IMG_8572

Pernah dijuluki sebagai Kota Pelajar, kini Tomohon lebih dikenal sebagai Kota Bunga. Dua hari satu malam saja di sana, Anda akan merasakan alasan kehadiran sebutan tersebut.

Tomohon terletak 24 kilometer dari Kota Manado di Sulawesi Utara. Untuk mencapainya dibutuhkan perjalanan sekitar satu jam dari Manado dengan mobil pribadi. Namun, jika ingin menggunakan sarana transportasi umum, terdapat bus yang menuju Tomohon dari Manado.

Berada di ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, Tomohon diapit oleh Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Letak geografis itu membuat suhu di Tomohon sejuk. Siang hari suhu berkisar antara 17 hingga 30 derajat celcius. Namun, pada malam hari, temperatur mencapai 16 sampai 24 derajat celcius.

Jika bertolak dari Manado ke sana, disarankan berangkat pada pagi hari. Perjalanan ke Tomohon sudah menjadi pengalaman menarik. Jalan ke sana naik turun dan berkelak-kelok. Samping jalan didominasi jurang dan perbukitan dengan pepohonan rimbun. Kalau mau, Anda bisa berhenti melihat Laut Sulawesi yang terbentang luas.

Sampai di sana, mulailah menjelajahi Tomohon. Anda bisa mengawalinya dengan mengeksloprasi Danau Tondano dan Danau Linow. Namun, lebih baik menuju Danau Tondano terlebih dulu.

IMG_8543

Danau Tondano hanya berjarak tiga kilometer dari pusat Kota Tomohon. Areanya mencakup 4.278 hektare. Karena luas, tenaga bisa terkuras jika ingin mengelilinginya. Tapi, kalau ingin mendapatkan pemandangan indah, sisi Toliang Oki dan Tondano Pante dapat dipilih. Dari sana bisa terlihat Laut Maluku di balik Bukit Lembean.

Area ini cocok untuk bersantap siang. Di sekeliling danau terdapat sejumlah restoran yang menyediakan makanan dari ikan dan udang air tawar.

Lepas dari sana, Anda dapat beranjak ke Danau Linow. Danau ini mempunyai kadar belerang tinggi sehingga warna airnya kerap berubah mulai dari hijau tosca, biru laut, sampai coklat. Perubahan ini tergantung dari sinar matahari yang menyinarinya. Tak heran, Danau Linow juga sering disebut sebagai Danau Tiga Warna.

Berada di sana Anda disambut dengan bau belerang. Jangan terkejut jika tiba-tiba terdengar letupan dengan asap membubung. Itu hanya suara dari lubang gas alam yang ada di dekatnya.

Di sini tidak banyak tersedia restoran. Namun, menikmati secangkir kopi di tepi danau menghadirkan sensasi tersendiri. Hal itu layak dicoba meski terkadang aroma belerang datang mengganggu.

Ketika malam tiba, Anda bisa mencicipi beragam kuliner khas Tomohon. Jika bisa makan masakan nonhalal, ada ragey yang pantas dicoba. Ini adalah sate daging babi dengan potongan besar yang dibumbui cuka, garam, dan merica. Namun, makanan halal berupa Mie Cakalang yang ada Jalan Wakeke tak kalah lezat.

 

KEGIATAN HARI KEDUA

Keesokan harinya, usahakan bangun pagi agar merasakan sensasi pasar esktrem di Pasar Tradisional Tomohon. Pada dasarnya suasana pasar ini sama dengan pasar tradisional lain di Indonesia. Namun, di beberapa sudut terdapat lapak yang biasanya membuat mata orang dari luar Tomohon terbelalak.

Di sana terdapat area penjualan daging binatang yang tidak lazim untuk kebanyakan daerah di Indonesia. Selain daging ayam, ikan, dan sapi, terdapat area yang menjual daging babi, kelelawar, anjing, kucing, hingga tikus hutan. Itu belum seberapa. Sesekali terdapat lapak yang menjual daging ular sanca.

Pasar ini buka setiap hari. Namun, jika ingin melihat daging binatang ekstrem yang dijual, datanglah ke sana pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WITA. Kalau kesiangan, besar kemungkinan sudah habis terjual.

IMG_8663

Jenuh dengan suasana hiruk-pikuk pasar, Anda bisa menuju beberapa objek wisata religi di Tomohon. Salah satu yang terkenal adalah Bukit Doa yang terletak di kaki Gunung Mahawu.

Pemandangan di sana sangat indah. Areanya dipenuhi pohon, taman, dan kolam dengan kontur tanah berbukit-bukit. Bagi penganut Katolik, tersedia tempat untuk melakukan Ibadat Jalan Salib maupun berdoa di depan Gua Maria.

Ada juga Kapel Santa Maria. Posisinya di ujung bukit dengan halaman rerumputan. Di depannya terdapat ampiteater. Dari sini pemandangan Gunung Lokon dapat dilihat dengan jelas.

Tidak jauh dari sana ada Vihara Ekayana yang juga menjadi salah satu ikon wisata Tomohon. Suasananya mirip dengan dengan Bukit Doa Mahawu. Di sana arsitektur bangunan dirancang untuk menyatu dengan alam. Bangunan yang menarik adalah Pagoda Ekayana yang dipakai untuk berdoa. Di area ini juga terdapat Istana Kwan Im. Siapa pun bisa memasukinya asalkan tetap berperilaku sopan.

Tomohon makin menarik dijelajahi pada Agustus. Saat itu, biasanya digelar Festival Bunga Internasional Tomohon. Bisa berada di sana ketika pagelaran tahunan itu berlangsung akan membuka alasan sebutan Kota Bunga bagi Tomohon. Kota ini ternyata cantik seperti bunga yang indah. Anda harus menjelajahinya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s