Teenager 1

Ketika anak memasuki masa remaja, siap-siaplah mengalami hal yang kerap dipandang sebagai pembangkangan. Anak yang mendadak penurut bisa jadi berubah menjadi sulit diatur. Dia kerap mengabaikan perintah dan bertindak semaunya sendiri.

Situasi itu sebenarnya wajar dan normal. Anak Anda tengah beranjak dewasa. Mereka bakal mengalami fase “penolakan” atas arahan orang tua. Mereka merasa sudah mulai bisa menentukan nasib atau mengambil putusan sendiri. Padahal, karena belum memiliki kematangan emosi maupun pemikiran, hal itu sesungguhnya belum mampu mereka lalukan.

Maka, ketika hal itu terjadi, para orang tua tidak perlu naik darah. Pada masa inilah kemampuan mendidik Anda mendapat ujian. Pasalnya, masa remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak yang dapat menentukan masa depannya.

Menurut seorang psikolog asal Amerika Serikat, Dr. Ellen Hendriksen, ada beberapa trik praktis yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam menangani pembangkangan khas anak remaja. Jika dipraktikkan, bukan hanya “pemberontakan” anak bakal sirna, namun Anda juga bakal mendapat respek yang semakin besar dari anak

 

Hadirkan saling respek dalam hubungan anak dan orang tua

Inilah tips paling utama paling susah untuk dipraktikkan. Pasalnya, orang tua mesti mau memperlakukan anaknya setara dengannya.

Ketika memasuki masa remaja, anak mendadak semakin susah diatur. Mereka tidak seperti saat masih kecil yang mau menuruti semua kehendak orang tua. Namun, orang tua sering tidak menyadarinya. Mereka masih saja mengganggap anak sebagai sosok yang sama.

Sikap seperti itu mesti diubah.  Anak remaja tidak bisa mau begitu saja menuruti. Apalagi jika Anda hanya memerintah. Anda mesti bersikap memberi respek kepadanya. Ambil contoh, saat meminta dia berhenti memainkan game untuk belajar, Anda mesti menghadirkan respek kala melakukannya.

Anda dapat menyapanya dengan mengatakan bahwa bermain game itu asyik. Namun, saat itu pula, Anda mengingatkannya bahwa dia mesti belajar dan tidak lupa waktu. Bukan itu saja, kepada anak remaja, Anda mesti menyampaikannya dengan nada lembut seperti berbicara dengan orang yang seumur dengan Anda.

Teenager 2

Ajak anak membuat solusi untuk sebuah pembangkangan

Seringkali kejadian yang dimaknai oleh orang tua sebagai bentuk pembangkangan terjadi berulang-ulang. Misalnya anak tetap saja sulit diajak untuk mulai mengerjakan pekerjaan rumah pada pukul 19.00. Mereka marah dan tidak peduli dengan ajakan Anda untuk melakukannya.

Kala itu terjadi,  Anda bisa mengajak mereka untuk berdiskusi. Ajak anak mencari solusi atas masalah tersebut. Biarkan anak mengeluarkan keluh-kesahnya dan alasannya terlebih dulu. Lalu, buatlah kesepakatan terkait hal tersebut. Misalnya, anda dan anak akhirnya setuju untuk memulai jam belajar pada pukul 19.15.

Buatlah komitmen dan rancang hukuman jika ada yang melanggar. Misal, anak mendapat sanksi kalau melewatinya. Orang tua pun dapat dihukum karena sudah meminta anak untuk mulai belajar pada pukul 19.00. Lebih baik lagi semua dibuat tertulis agar bisa menjadi “pegangan” kedua pihak.

 

Puji anak ketika melakukan hal positif

Cobalah untuk selalu menilai anak dengan positif. Hal itu tidak gampang karena melabeli mereka dengan hal negatif lebih mudah. Namun, perlakukan tersebut sangatlah penting untuk dilakukan.

Pujilah anak ketika melakukan hal positif. Namun, lakukan dengan spesifik. Misalnya, Anda memujinya saat dia membukakan pintu kepada seorang ibu yang membawa stroller. Sanjunglah tindakannya itu saja dan alasan mengapa itu pantas mendapat pujian.

Lakukan itu secara rutin, namun berlebihan. Katakan salah kalau anak melakukan kesalahan atau perilaku yang buruk. Selain itu, bersabarlah karena dampak tindakan Anda bisa jadi tidak akan terlihat dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s