tax-2-pixabay

            Setiap warga negara Indonesia diharapkan memiliki nasionalisme yang tinggi. Namun, saat ini kadang ada yang merasa sulit untuk memperlihatkannya. Apakah harus bertempur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan agar bisa menunjukkan nasionalimenya?

Rasanya tidak seperti itu. Nasionalisme bisa diwujudkan dengan beragam cara. Membantu bangsa dan negara pun sudah merupakan salah satu bentuk nasionalisme. Terkait dengan hal ini, program Tax Amnesty yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia baru-baru ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan nasionalisme kita.

Pada dasarnya Tax Amnesty adalah program pengampunan terhadap wajib pajak yang bermasalah. Caranya meliputi penghapusan pajak terutang kepada wajib pajak yang menunggak. Selain itu, ada pula penghilangan sanksi administrasi dan pidana perpajakan atas harta yang diperoleh pada 2015 serta sebelumnya yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan.

Dasar hukum pemberlakukan Tax Amnesty di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak. Pemerintah berharap dengan pemberlakukan Tax Amnesty bakal ada pemasukan tambahan yang membantu keuangan negara.

Program ini bisa menjadi sarana untuk memperlihatkan nasionalisme sebagai warga negara yang baik. Sebab, banyak manfaat yang dapat dipetik. Salah satu yang signifikan adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, membenarkannya. Ia meyakini program pengampunan pajak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017. Secara rinci, Agus menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik ke level 5,6 persen jika Tax Amnesty berhasil dilaksanakan dengan baik.

“Satu, penerimaan negara naik karena wajib pajak bayar tebusan. Kedua, skema repatriasi. Secara umum BI melihat kalau seandainya dana Tax Amnesty itu mulai masuk akan berdampak baik kepada ekonomi Indonesia pada 2017,” ujarnya  pada Kamis (4/8/2016) seperti dilaporkan oleh Metrotvnews.com.

Dana repatriasi bakal menjadi sangat krusial bagi Tax Amnesty. Pasalnya, banyak sekali warga negara Indonesia yang menyimpan dananya di luar negeri. Jumlahnya pun sangat besar. Tempo melaporkan Menteri Keuangan Bambang Brodjongero memprediksi nilainya lebih dari Rp11.400 triliun. “Potensinya lebih besar daripada GDP (Gross Domestic Product). GDP kita Rp 11.400 triliun,” ujarnya pada Selasa  (5 /4/2016).

Jika bisa kembali ke Indonesia, dana sebesar itu akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Perekomian di negeri kita bakal terdorong maju. Ada beberapa faktor yang memperkuat prediksi tersebut.

tax-1-pixabay

DAMPAK DANA REPTARIASI

Pertama ialah mendorong laju investasi. Tax Amnesty bakal menarik dana masuk dari luar negeri ke dalam negeri. Uang itu jelas tidak akan dibiarkan mengendap begitu saja. Pemerintah berupaya mendorong agar digunakan ke sektor produktif. Salah satunya dengan investasi.

Otomatis, dengan pertambahan dana yang ada, tingkat investasi bakal naik. Hal ini akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Selain itu, dana repatriasi yang hadir berkat pengampunan pajak akan menjaga stabilitas nilai Rupiah dibanding mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat (AS). Biasanya, dana yang masuk dari luar negeri masih dalam mata uang asing. Hal itu membuat jumlah mata uang asing yang ada di Indonesia kian bertambah. Akibatnya gejolak Rupiah bisa dikurangi karena jumlah mata uang asing di dalam negeri mencukupi.

Situasi itu mulai terjadi dengan tren kenaikan nilai Rupiah terhadap dolar AS akhir-akhir ini. Tentu saja kondisi tersebut berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bukan hanya rupiah yang terpengaruh, likuiditas dana di dalam negeri juga ikut terjaga berkat Tax Amnesty. Selama ini, likuiditas dana di Indonesia terbilang kecil. Seperti dilaporkan oleh Republika, Bambang menyatakan Loan to Deposit Ratio di perbankan Indonesia sudah mencapai 90 persen, sedangkan Loan to GDP Ratio hanya 30 persen. Ini menunjukkan bahwa likuiditas dana di dalam negeri kurang baik.

Dana repatriasi bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan kredit yang sedikit terhambat karena likuiditas yang mepet. Dengan pertambahan kredit, maka diharapkan perekenomian Indonesia juga akan bertumbuh.

Selain itu, cadangan devisa negara juga bisa akan bertambah. Menurut Liputan6.com, Presiden Joko Widodo sudah melihat indikasi positif kenaikan cadangan devisa pada awal Agustus 2016. Beliau menyatakan baru satu hingga dua minggu digelar, cadangan devisa sudah naik sebesar 6 miliar dolar AS (sekitar Rp78 triliun).

Cadangan devisa yang kuat bakal berujung kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik. Tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia akan meningkat karena ada keamanan dari dana cadangan devisa yang besar. Selain itu, Pemerintah juga leluasa untuk menyalurkan dana ke sektor-sektor produktif untuk mendorong laju perekonomian.

tax-3-pixabay

SEKTOR YANG TERDORONG

Secara khusus, ada beberapa sektor yang akan terpengaruh Tax Amnesty. Sektor-sektor inilah yang diyakini bakal mendorong  pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pertama adalah sektor keuangan. Dana repatriasi yang masuk bisa dimanfaatkan untuk pasar modal dan penyaluran kredit. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berikutnya ialah sektor properti. Para pemilik modal diperkirakan tidak akan lama membiarkan dananya mengendap begitu saja. Mereka bisa memanfaatkannya untuk berinvestasi di sektor properti. Lagi pula sektor ini sudah terbukti sebagai salah pilihan investasi yang menjanjikan.

Satu sektor lainnya yang akan menikmati dampak positif dari Tax Amnesty adalah manfuktur. Diperkirakan bakal banyak modal yang dipakai untuk membangun sejumlah pabrik baru. Lagi-lagi, jika itu terjadi, dampaknya akan sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia sangat disarankan untuk memanfaatkan program Tax Amnesty sebaik mungkin. Selain memberikan keuntungan besar, mengikutinya berarti pula ikut membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s