guardiola-2

Ketika diminta oleh mengajukan nama pelatih sepak bola andal, saat ini pasti banyak yang menyebutkan nama Josep Guardiola. Rasanya juga tidak akan ada yang mendebatnya. Guardiola memang pelatih jempolan yang sudah dibuktikan dari kiprahnya di Barcelona dan Bayern Muenchen.

Akan tetapi, selain kemampuan Guardiola yang mumpuni, kredit tersendiri pantas diberikan kepada Barcelona. Mereka mampu melihat bakat melatih besar yang dimiliki Guardiola sehingga memberinya kepercayaan sebagai pelatih pada awal musim 2008-09.

Padahal, sebagai tim elite, pelatih El Barca seharusnya sosok bernama besar dengan reputasi mentereng. Saat itu, hal tersebut tidak dimiliki Guardiola. Sebelum menangani Barcelona, ia tidak punya pengalaman melatih tim senior. Kiprahnya dalam dunia kepelatihan juga hanya semusim dengan menukangi Barcelona B pada musim 2007-08.

Akan tetapi, manajemen Barcelona tetap yakin terhadap kemampuan Guardiola. Inilah yang membedakan El Barca dengan klub-klub sepak bola kebanyakan. Mereka mampu mengambil keputusan berani karena melakukan proses yang terbilang janggal dilakukan dalam sepak bola.

Meski punya reputasi mendunia, manajemen klub-klub sepak bola sejatinya masih berantakan. Banyak yang tidak diurus secara profesional. Hal itu bisa terlihat dari orang-orang yang duduk di posisi manajerial klub hingga yang menangani tim sebagai pelatih.

Namun, kala memutuskan merekrut Guardiola sebagai pelatih menggantikan Frank Rijkaard, Barcelona melakukan sebuah proses profesional. Mereka melakukan seleksi layaknya sebuah perusahaan besar dalam mencari pejabat eksekutif.

Pertama adalah persiapan pencarian sosok pelatih sejak lama. Seperti yang diungkapkan oleh penulis dan pakar sepak bola Spanyol, Giullem Balague, dalam bukunya tentang Guardiola yang berjudul Another Way of Winning, Barcelona sudah memutuskan memberhentikan Rijkaard sesudah seri 2-2 dengan Olympique Lyonnais pada 22 November 2007 di Liga Champions. Sejak saat itu, Barcelona memulai proses pencarian pelatih baru.

guardiola-1

Langkah Barcelona terbilang janggal. Seorang petinggi perusahaan konsultan pencarian eksekutif untuk berbagai perusahaan skala internasional yang berbasis di Zuricch, Swiss, Bjorn Johansson, menyatakan bahwa klub sepak bola sungguh “menyedihkan” dalam mencari sosok pemimpin. Mereka disebut oleh petinggi Dr. Bjorn Johansson Asociates itu selalu terburu-buru dalam mencari pelatih baru

“Dalam sepak bola, klub biasanya mencari pelatih baru hanya dalam hitungan hari sesudah pemecatan pelatih lama,” tutur Johansson.  Padahal, dalam perusahaan profesional, Johansson menyebut prosesnya rata-rata memakan waktu antara empat sampai lima bulan.

Ketergesa-gesaan merupakan tanda sebuah kemimpinan yang buruk. Namun, itulah kondisi yang umum dijumpai dalam klub-klub sepak bola. Namun, Barcelona mampu menanggalkan.

 

SELEKSI PROFESIONAL

Lebih hebat lagi, Barcelona juga melakukan proses perekrutan Guardiola dengan melewati rangkaian seleksi layaknya eksekUtif profesional di perusahaan besar. Pencetusnya adalah Wakil Presiden Barcelona saat itu, Marc Ingla. Berpengalaman sebagai pebisnis sukses dengan latar belakang marketing, ia kukuh menghendaki pelatih anyar timnya mesti diperoleh dari serangkaian proses dengan metodologi dan analisis profesional.

Hal itu ditunjukkan secara nyata oleh Barcelona dengan membuat daftar kriteria yang wajib dimiliki oleh calon pelatih Barcelona. Isinya meliputi wajib menghormati gaya bermain yang dibentuk Rijkaard, menekankan etos kerja apik dan solidaritas di dalam tim, memerhatikan persiapan dan pemulihan kondisi tim sebelum dan sesudah bermain, hingga penerapan disiplin di dalam tim. Semua masih ditambah dengan sikap respek terhadap lawan, pengetahuan tentang sepak bola Spanyol, serta pemahaman nilai, sejarah, dan kultur El Barca.

Dilaporkan oleh Balague, Ingla bersama Presiden Barcelona kala itu, Joan Laporta, dan Direktur Olahraga, Txiki Begiristain, akhirnya memutuskan ada enam kandidat pelatih anyar yang akan dianalisis dan dipantau. Mereka adalah Arsene Wenger, Manuel Pellegrini, Michael Laudrup, Ernesto Valverde, Jose Mourinho, dan Guardiola. Namun, setelah dilakukan proses analisis, Wenger, Pellegrini, dan Laudrup terpental dari daftar calon.

Persaingan tinggal terjadi antara Valverde, Mourinho, dan Guardiola. Tapi, kompetisi akhirnya kian mengerucut sesudah nama Valverde tidak disetujui oleh jajaran direksi sehingga pilihan jatuh antara Mourinho dan Guardiola.

Saat inilah, Barcelona kembali menunjukkan langkah seperti perusahaan profesional. Mereka mewawancarai kandidat tersisa sembari meminta mereka melakukan presentasi rencana jika dipercaya melatih El Barca.

guardiola-3

Lagi-lagi hal ini, luar biasa dalam sepak bola. Biasanya klub hanya menghubungi agen pelatih untuk menyatakan ketertarikan. Lalu, proses negosiasi terjadi dan keputusan pun diambil. Seringkali pelatih malah tidak diajak berdiskusi sama sekali tentang calon klub barunya.

Akibatnya, perekrutan pelatih oleh klub sepak bola mirip seperti membeli kucing dalam karung. Kriterianya mudah ditebak. Pelatih mesti punya nama, entah sebagai eks pemain atau pernah melatih di tim lain. Seringkali hanya hal itu yang dilihat tanpa melihat rencana yang hendak dilakukan pelatih.

Namun, Barcelona tidak melakukan langkah yang biasa hingga akhirnya putusan sulit mesti diambil. Manajemen Barcelona sejatinya sangat puas dengan presentasi Mourinho. Selain itu, kapasitas kepelatihannya sudah terbukti. Tapi, rencana Mourinho yang menjadikan perang urat syaraf sebagai bagian dari kepelatihannya membuatnya terdepak. Barcelona akhirnya memutuskan Guardiola sebagai pelatih baru.

Hal itu pun sudah dikabarkan kepada Rijkaard sejak jauh hari. Akibatnya, lagi-lagi, tidak seperti pergantian pelatih pada umumnya, proses suksesi berjalan mulus dengan Rijkaard membantu Guardiola mempersiapkan diri.

Sesudahnya adalah sejarah apik. Bersama Guardiola, Barcelona meraih 15 titel juara dalam empat tahun. Selain karena didukung oleh pemain berkualitas di dalam timnya, kemauan El Barca untuk bersusah-payah melakukan proses seleksi profesional akhirnya berbuah penemuan Guardiola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s