Mendidik Anak Mandiri 2

Orang-orang yang sukses memiliki kemampuan yang hampir sama. Mereka adalah para penyelesai masalah yang sanggup menghadirkan solusi. Terobosan dari mereka mempermudah kehidupan manusia.

Untuk menjadi sosok problem solver seperti mereka, ada satu karakter yang dibutuhkan, yakni kemandirian dan kepercayaan diri. Tanpa memilikinya, tidak mungkin seseorang mampu mengambil tindakan atas sebuah masalah.

Maka, penting sekali bagi para orang tua untuk menumbuhkan kemandirian di dalam diri anaknya sedini mungkin. Hal itu bakal membuat anak dapat meraih kesuksesan kelak kemudian hari.

Bagaimana cara untuk menghadirkannya? Pengarang Keys to Success at School and Beyond, Mehdi Toozy, memberi tips praktis untuk mendidik anak menjadi sosok mandiri. Semuanya dapat orang tua lakukan dengan mudah.

Ciptakan Lingkungan yang Mandiri

Orang tua bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mandiri di dalam keluarga. Kondisi yang dimaksud ialah suasana yang memungkinkan anak melakukan beberapa hal seorang diri.

Hal ini tidak mudah untuk diciptakan. Sudah menjadi naluri orang tua yang ingin selalu melakukan segala sesuatu buat anak. Namun, orang tua mesti berani meminta anak mengambil putusan atau menyelesaikan masalahnya sendiri.

Tentu saja pasti bakal ada kesalahan yang dilakukan. Namun itu merupakan proses pembelajaran. Jangan tergoda untuk membantu anak sebelum dia memang benar-benar sudah mencoba segala upaya yang berakhir dengan kegagalan. Mulailah dari hal sederhana seperti pemberian kepercayaan untuk merawat taman di rumah.

Berilah Pujian Atas Pencapaian Anak

Orang tua harus mau memberikan pujian kepada anak atas pencapaian yang dilakukannya. Di mata anak, sanjungan merupakan bentuk penghargaan yang dapat menjadi dorongan bagi mereka untuk melakukan yang terbaik.

Puji anak atas tugas yang selesai dilakukannya dengan baik. Tidak perlu hal-hal besar, tindakan kecil seperti kemauan untuk mencuci piring sendiri sesudah makan harus tetap mendapat pujian dari orang tua.

Usahakan pujian yang dikeluarkan sangat spesifik. Perjelas mana tindakan anak yang membuat Anda senang atau bangga. Jelaskan pula alasannya. Hal ini sangat diperlukan agar anak tidak selalu merasa butuh dipuji kala melakukan sesuatu.

Mendidik Anak Mandiri 1

Temukan Keberanian Untuk Melepas Anak

Ini salah satu hal yang sulit dilakukan oleh para orang tua. Anak di mata mereka adalah bayi yang membutuhkan bantuan dan perlindungan setiap saat. Maka, sulit sekali bagi orang tua untuk membiarkan anak mandiri dengan membiarkannya merasakan kesulitan atau melakukan beragam tugas.

Akan tetapi, keberanian itu sangat dibutuhkan. Biarkan anak berjuang. Berilah kepercayaan kepada mereka. Yakinilah anak bakal mampu. Anda hanya bisa menjadi penyemangat agar anak mau berusaha.

Langkah tersebut sejatinya merupakan bentuk cinta terbesar orang tua kepada anak. Pasalnya, orang tua berarti memberi bekal yang penting bagi masa depan anak, yakni kemandirian. Yakinlah bahwa hal itu akan sangat berguna bagi anak dalam kondisi apa pun.

Hadirkan Kesempatan Belajar Kepada Anak

Orang tua perlu selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar. Cara melakukannya ialah dengan mempercayainya untuk melaksanakan sebuah tugas kepada mereka. Sebuah task akan memaksa anak untuk berusaha. Tentu saja kegagalan bisa saja terjadi, namun jangan cepat turun tangan. Kegagalan justru menjadi sebuah proses pembelajaraan yang penting.

Mungkin tidak semua orang tua menyadarinya bahwa sejatinya anak adalah sosok yang tidak mudah menyerah. Mereka akan penasaran untuk melakukan sesuatu sampai bisa. Anak bakal mencoba beragam langkah agar tugasnya selesai dengan baik.

Semakin dewasa, makin besar keinginan tersebut muncul. Pasalnya, anak bertambah sadar bahwa dirinya adalah sebuah pribadi sendiri. Maka, mereka mulai berusaha agar mampu melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang tua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s