Dunia marketing selalu dinamis. Ada saja cara baru untuk menarik konsumen dalam pemasaran. Belakangan, primadona anyar marketing adalah teknik inbound marketing. Metode marketing ini dinilai efektif untuk menjawab permasalahan pada masa kini.

Metode pemasaran inbound tidak sama dengan traditional marketing. Ada banyak hal yang membedakannya. Untuk memahami arti inbound marketing secara mudah, simak pemaparan berikut.

Apa Sebenarnya Inbound Marketing?

Memahami Inbound Marketing

Supaya lebih mengerti tentang metode pemasaran inbound, perlu dipahami dulu pengertiannya. Definisi inbound marketing menurut Hubspot adalah pendekatan yang berfokus terhadap cara menarik konsumen lewat content dan interaksi yang relevan serta bermanfaat, bukan dengan mengganggu mereka.

Ada kata kunci yang membedakan antara inbound marketing dan outbond marketing, Kalau outbond marketing berusaha menarik perhatian konsumen dengan “mengganggu”, inbound marketing sebaliknya. Metode ini berfokus terhadap cara untuk mendapatkan kepercayaan lewat content yang bersifat mendidik untuk menarik konsumen datang ke website.

Sesudahnya konsumen diharapkan akan mempelajari apa yang ditawarkan dengan sendirinya. Jika diibaratkan, aksi dalam metode pemasaran inbound seperti magnet yang berusaha menarik benda lain dengan daya tariknya.

Terdapat dua komponen utama dalam menjalankan inbound marketing. Dua hal tersebut diperoleh dari pemahaman terhadap cara konsumen mencari informasi produk atas jasa yang mereka butuhkan.

  • Content: Mengkreasi content  lewat webpage, blog,atau media sosial. Hal itu kemudian dioptimalkan melalui search atau social media supaya mudah ditemukan oleh calon konsumen potensial.
  • Konteks: Pemahaman terhadap content yang menarik konsumen untuk mau masuk ke jalur pembelian. Hasilnya lalu dimanfaatkan untuk mengkreasi pesan sesuai dengan yang ingin dilihat oleh calon konsumen.

Untuk melaksanakan inbound marketing, marketer mesti mengubah pola pikir. Pemasar tidak boleh lagi mengganggu konsumen dengan pesan yang hendak disampaikan. Metode pemasaran inbound justru berusaha menarik dengan memberi content yang diharapkan oleh calon konsumen.

Mengapa Inbound Marketing Dibutuhkan?

Memahami Inbound Marketing 4

Kini, pertanyaan berikutnya perlu dijawab. Mengapa perlu menjalankan inbound marketing? Apa relevansi dan alasan yang mendasarinya? Untuk mengetahuinya, Anda bisa saja menengok ke keadaan sekitar.

Saat ini, sejak membuka mata hingga memejamkan mata, Anda selalu dibombardir dengan beragam iklan. Hal itu terjadi di mana saja dan dalam kegiatan apa pun.

Kondisi tersebut ternyata menghadirkan kejenuhan tersendiri terhadap iklan yang merupakan salah satu bentuk outbond marketing. Calon konsumen merasa terganggu hingga akhirnya malah tidak percaya terhadap segala bentuk advertising. Hal ini membuat metode pemasaran tradisional tidak efektif lagi. Situasi tersebut bisa terjadi karena tiga hal berikut ini.

  • Media yang Sudah Terlalu Banyak

 

Saat ini, media nyaris tidak terbatas. Ada televisi, majalah, koran, website, hingga radio. Saking banyak, hampir semua ceruk sudah dilayani. Bersamaan dengan itu, iklan pasti menjadi bagiannya. Akibatnya orang selalu dicekoki iklan setiap saat ketika mengonsumsi media sehingga kejenuhan akhirnya muncul.

 

  • Iklan yang Tidak Bisa Dipercaya

 

Banyak sekali iklan yang tidak dipercaya. Klaim yang dilontarkan tentang suatu produk atau jasa ternyata tidak sesuai dengan kualitas atau manfaat yang sesungguhnya. Hal ini kerap dialami konsumen sehingga menimbulkan ketidakpercayaan. Meski pesan yang disampaikan memang tepat, konsumen sudah telanjur sangsi.

Akibatnya efektivitas iklan semakin menurun. Data dari Edelman Trust Barometer menyebutkan bahwa 63 persen konsumen perlu mendengar antara tiga hingga empat kali klaim dari sebuah perusahaan sebelum mereka benar-benar mempercayainya.

 

  • Teknologi Memperkuat Posisi Konsumen

 

Perkembangan teknologi saat ini membuat konsumen punya kekuatan lebih. Mereka memiliki akses ke sejumlah tools yang memungkinkan untuk menghalangi sejumlah pesan dari brand yang dirasa mengganggu. Konsumen kini hanya ingin mencari hal yang dimau saja.

Kondisi tersebut tergambar dari peningkatan jumlah pemakai ad blocker. Ambil contoh di Amerika Serikat. Pemakai ad blocking terus meningkat. Fenomena itu menggambarkan keengganan orang untuk mendapatkan informasi yang tidak relevan.

Situasi seperti ini membuka jalan bagi praktik inbound marketing. Brand yang mampu menyelaraskan content dengan hal yang menarik dan bermanfaat dapat menarik orang menjadi calon konsumen potensial.

Cara Kerja Inbound Marketing

 

Metode pemasaran inbound dilakukan dengan sejumlah tahapan untuk memasukkan orang ke dalam siklus pembelian. Secara singkat, ada empat fase yang dipakai dalam inbound marketing seperti gambar di bawah ini.

Memahami Inbound Marketing 2

Inbound marketing dilakukan untuk memastikan tahapan tersebut tercipta lewat beragam saluran seperti social media, blogging, SEO, landing pages, forms, atau email. Calon konsumen dilayani hingga berubah dari stranger menjadi promoter.

Ruang Lingkup Inbound Marketing

Memahami Inbound Marketing 3

Untuk menjalankan inbound marketing, ada empat area yang biasa dipakai. Anda bisa memilahnya sendiri seusai dengan kecocokan terhadap bidang masing-masing.

  • Content Creation + Distribution: Membuat content yang menjawab pertanyaan dan kebutuhan mendasar calon konsumen berprospek. Lalu membagikannya lewat beragam jalur dan saluran.
  • Lifecycle Marketing: Marketer melakukan beragam upaya untuk membantu mengubah stranger menjadi promoter. Mereka melakukannya dengan mengoptimalkan diri dalam empat fase cara kerja inbound marketing.
  • Personalization: Mengkreasi content yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing individu. Hal itu bisa dilakukan dengan memahami konsumen sebaik mungkin supaya bisa membuat content yang dirancang spesifik untuk setiap calon konsumen.
  • Multi Channel: Secara alamiah, inbound marketing merupakan praktik multi channel. Hal itu terjadi karena brand berupaya ditemukan oleh calon konsumen potensial yang aktif di berbagai saluran berbeda.
  • Integration: Mengupayakan content creation, publikasi, hingga sistem analisis berjalan bersama dengan mulus. Tujuannya untuk menemukan content yang paling tepat untuk menyasar calon konsumen.

 

Seharusnya Anda sudah memahami arti inbound marketing. Mulai terpikir untuk menjalankannya? Segera saja dilakukan karena zaman sudah berubah sehingga metode pemasaran inbound telah menjadi keharusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s