Steve Jobs

Pendidikan formal bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Orang masih bisa berhasil dalam hidupnya dengan cara lain. Terdapat beberapa contoh yang membuktikannya. Tidak sedikit orang-orang besar yang muncul meski tidak menikmati pendidikan formal.

Meski begitu, ada satu hal yang sering dilupakan orang. Tidak menempuh pendidikan formal bukan berarti tidak memiliki keinginan untuk belajar. Proses pembelajaran tetap harus dilakukan di mana saja dan kapan pun agar dapat berhasil. Salah satu contohnya adalah mendiang CEO Apple dan Pixar Animation, Steve Jobs, serta pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto.

Jobs memilih berhenti dari Reed College. Dia lalu memutuskan tidak menempuh pendidikan formal lagi. Namun, bukan berarti Jobs tidak mau belajar lagi. Sebaliknya, keluar dari College memungkinkannya untuk mempelajari hal-hal yang disukainya. Salah satunya ialah saat Jobs memutuskan untuk belajar seni kaligrafi. Belakangan pendidikan itu berdampak positif ketika memproduksi komputer dengan tipografi cantik seperti Macintosh.

Perjalanan hidup Sukanto Tanoto hampir mirip seperti Jobs yang layak menjadi inspirasi bisnis sukses. Ia mesti putus sekolah karena sekolahnya ditutup dan tuntutan untuk mengelola usaha akibat sang ayah meninggal dunia. Namun, Sukanto Tanoto tidak mau berhenti belajar. Ia berusaha mempelajari apa pun secara otodidak. Salah satunya saat ia belajar bahasa Inggris dengan modal sebuah kamus Tiongkok-Inggris yang dimilikinya.

Akan tetapi, kala memungkinkan, Sukanto Tanoto segera berusaha mengejar pendidikan formal. Ia mengambil sekolah bisnis di Jakarta hingga menempuh pendidikan di beberapa pendidikan bisnis terkemuka dunia seperti INSEAD, Harcard, dan Wharton.

“Pendidikan telah menjadi perhatian kami sejak lama. Walaupun kami berdua (istrinya, Tinah Bingei Tanoto) tidak menyelesaikan pendidikan formal, kami tidak pernah berhenti belajar. Kami selalu memanfaatkan kesempatan untuk belajar di mana saja dan kapan pun,” ujar Sukanto Tanoto.

Sukanto Tanoto Chairman

Semangat belajar yang tinggi itu pula yang menggugah Sukanto Tanoto dan istri untuk mendirikan Tanoto Foundation pada 1981. Dimulai dengan membangun sekolah untuk anak para karyawan perusahannya, Sukanto Tanoto mengarahkan Tanoto Foundation untuk fokus ke pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan taraf hidup.

Tanoto Foundation berusaha terus menjaga agar semangat belajar orang tetap tinggi. Caranya mereka memudahkan akses pendidikan bermutu bagi setiap orang. Bagi yang ingin belajar namun terkendala beragam hal bisa memanfaatkan beasiswa Tanoto Foundation yang dibuka untuk siapa pun. Hingga kini sudah lebih dari 6.700 orang yang mendapatkannya.

“Kalau di zaman ayah saya dulu, untuk bisa belajar butuh upaya yang lebih berat karena fasilitas yang terbatas. Namun saat ini, saat informasi dapat diakses dengan mudah, hal yang dibutuhkan adalah kemauan yang tinggi. Seberapa besar kemampuan kamu untuk belajar tergantung pada seberapa besar kemauan kamu,” jelas putera sekaligus Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s