Surfing 1-Pixabay

Ketika berselancar, dua hal dinikmati sekaligus. Selain olah fisik yang dilakukan seiring gerak tubuh saat menaiki papan selancar, peselancar dapat menikmati keindahan laut dengan maksimal. Suasana lautan dengan ombak yang menggelora dan embusan angin yang mengiringi menghadirkan sensasi tersendiri. Semua diikuti oleh adrenalin yang terpompa ketika tengah bermanuver.

Kalau seperti itu, siapa yang tidak tergoda? Hampir dipastikan banyak yang tertarik untuk bisa berselancar. Namun, fakta yang ada, masih sedikit orang yang piawai menaiki papan surfing di atas ombak.

Hal itu terjadi karena selancar bukan olahraga mudah. Peselancar nyaris harus mempelajari segala sesuatu seorang diri. Mengapa seperti itu?

Peselancar memang bisa mendapat arahan dan bimbingan dari pelatih. Teori dan teknik berselancar yang benar bisa dipelajari dari darat. Namun, ketika waktu praktik tiba, peselancar harus seorang diri di tengah lautan.

Ia harus mempraktikkan segala teori dan pengetahuan yang diajarkan kepadanya di tengah laut sendirian. Belum tentu ada orang yang bisa mendampinginya untuk memberi arahan langsung.

Padahal, ia tidak tahu persis apakah manuver dan langkah yang dilakukannya benar-benar tepat. Akhirnya peselancar mesti mendarat ke pantai terlebih dulu untuk mendapatkan evaluasi.  Tak mengherankan, melahirkan peselancar andal bukan perkara mudah.

Kondisi itu juga dirasakan oleh peselancar papan atas dunia asal Brasil, Gabriel Medina. Ia “terputus” dari dunia ketika tengah berlatih. Ayahnya yang sekaligus berperan sebagai pelatih, Charles Medina, tidak bisa memberikan instruksi langsung untuk meningkatkan kemampuan G. Medina. Sebaliknya G. Medina juga tidak bisa tahu persis kualitas manuver yang dilakukannya sebelum menepi ke daratan.

Padahal, jika semua bisa dilakukan di ketika G. Medina berada di tengah laut, pasti akan sangat membantu. Juara 2014 ASP World Tour ini bisa mengoreksi kesalahannya atau bahkan terus memperbaiki gerakan yang sudah dilakukannya dengan baik.

Situasi seperti itu akhirnya menantang Samsung untuk membuat terobosan penting. Samsung merancang papan selancar terkoneksi internet yang dinamai Samsung Galaxy Surfboard untuk membantu peselancar seperti G. Medina berlatih.

Surfing 2-Pixabay

Sepintas, Samsung Galaxy Surfboard tidak ada bedanya dengan papan selancar yang lain. Bentuknya sebangun dengan material khas surfing board. Namun, di balik itu, ada keistimewaan yang dimiliki.  Di papan selancar tersebut bisa disematkan smartphone Samsung.

Selain itu, terdapat panel layar di bagian depan. Di sana beragam pesan bisa dikirimkan untuk G. Medina. C. Medina, dapat mengirimkan instruksi persis saat G. Medina di tengah lautan. Sebaliknya G. Medina juga tahu sejumlah masukan yang didapatnya secara langsung.

Hal itu jelas memudahkan G. Medina untuk berlatih. Terlebih lagi dalam Samsung Galaxy Surfboard dilengkapi beragam petunjuk penting dalam berselancar. Terdapat informasi tentang arah ombak, kecepatan angin, hingga perkembangan cuaca yang perlu diketahui. Lagi-lagi itu sangat membantu peselancar.

Belum lagi dukungan moril yang bisa dirasakan dari para penggemar. Koneksi internet yang ada di Samsung Galaxy Surfboard membuat G. Medina bisa tahu reaksi fans terhadap aksi-aksinya. Jelas ini menambah semangat tersendiri untuk terus berkembang.

Sepintas inovasi yang dilakukan Samsung terlihat sederhana, namun dampaknya ternyata luar biasa. Kamu juga bisa melakukan hal serupa. Segera saja bagikan ide-ide brilianmu di Ideaction. Siapa tahu bakal memberi manfaat bagi banyak orang. Ayo, tunggu apa lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s