Investasi Orang Biasa dan Miliarder

Tujuan investasi tentu saja pertumbuhan modal. Jika investasi yang ditanamkan justru berkurang atau hilang, maka putusan tersebut pantas disebut gagal.

Karena semua tidak mau gagal, maka penting untuk mengetahui cara berinvestasi orang yang sukses. Salah satu yang bisa dicontoh adalah langkah investor kenamaan asal Amerika Serikat, Warren Buffett. Dengan holding company Berkshire Hathaway, Buffett melejitkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia berkat investasi yang berhasil.

Kunci keberhasilan Buffett ternyata perbedaan cara berinvestasi dengan yang lain. Buffett tidak berpikir seperti orang biasa kebanyakan. Ia menggunakan sejumlah prinsip yang kukuh dipegang kala memutuskan untuk melakukan investasi. Hasilnya adalah profit yang berlipat-lipat.

Mau seperti Buffett? Berikut ini beberapa prinsip berinvestasi Buffett yang unik dan berbeda dibanding orang lain seperti dirangkum oleh USNews.

Berpikir Sederhana

Perkembangan dunia sangat pesat. Teknologi dan terobosan baru muncul dengan cepat. Terkadang hal itu menarik bagi para investor. Pasalnya, bakal ada “sesuatu” yang diprediksi akan menjadi “besar” pada mendatang. Akibatnya, tanpa ragu mereka menanamankan modalnya untuk berinvestasi.

Namun, cara berinvestasi Buffett tidak seperti orang lain. Ia cenderung berpikir sederhana. Maksudnya adalah Buffet senang berinvestasi terhadap hal-hal yang sudah terbukti menjadi kebutuhan primer atau rutin setiap orang. Contoh konkret ialah makanan, minuman, maupun energi.

Buffett tidak mudah tergoda terhadap terobosan baru atau produk-produk yang diprediksi akan “meledak”. Pemikirannya selalu simpel bahwa kebutuhan pokok orang tidak akan pernah sirna. Salah satu wujudnya, Telegraph melaporkan Buffett berinvestasi di perusahaan seperti Kraft Heinz, Wells Fargo, dan Coca-Cola.

Mengenal Bidang dan Pengelolanya

Orang seringkali mudah memutuskan berinvestasi ketika ditawari oleh pihak yang baru dikenal. Diberi janji tingkat return tertentu, putusan untuk melakukan investasi segera saja diambil. Padahal, bidang yang diinvestasikan belum tentu diketahui dengan baik. Belum lagi pengelolanya yang belum pernah ditemui empat mata.

Jangan mudah percaya seperti itu dan kenalilah bidang investasi sebaik mungkin. Inilah yang menjadi cara berinvestasi investor sukses seperti Buffett. Ia tidak akan mau menginvestasikan apa pun ke “dunia” yang tidak diketahuinya secara persis. Ia mesti mengenal investasi dengan baik terlebih dulu. Ketika belum memahaminya, Buffett rajin menggali informasi agar tahu.

Selain itu, Buffett juga merasa perlu untuk mengetahui pengelolanya. Sebab, karakter seseorang bisa menentukan kegagalan atau kesuksesan sebuah investasi.  Buffett bisa mundur jika merasa pengelola tidak kapabel atau tidak diketahuinya dengan baik. Hal itulah yang membuatnya jarang gagal dalam berinvestasi.

Investasi Orang Biasa dan Miliarder

Tahu Nilai Riil Investasi

Tren di pasar bisa berubah-ubah. Terkadang muncul sebuah bidang yang mendadak menjadi primadona. Akibatnya, sesuai hukum ekonomi, seiring ketertarikan yang meningkat, nilainya juga ikut melambung.

Orang biasa kerap tidak mampu menahan godaan untuk menginvestasikan dananya di bidang yang baru menjadi primadona tersebut. Padahal, nilai sesungguhnya belum tentu setinggi saat ini.

Cara berinvestasi seperti itu sangat dihindari oleh Buffett. Ia berusaha mencari tahu nilai riil investasinya yang sesungguhnya. Misalnya ketika hendak mengakuisi saham sebuah perusahaan, Buffett membaca semua berkasnya agar tahu persis nilainya. Dari itulah, dia baru mengambil putusan untuk berinvestasi atau tidak.

Tidak Menghiraukan “Headline

Saat ini arus informasi begitu besar. Satu berita bisa memicu polemik ataupun menjadi bahan pergunjingan serius di publik. Seringkali itu terkait dengan satu bidang investasi. Akibatnya, hal tersebut kerap memicu kepanikan atau sebaliknya antusiasme tinggi ke sebuah hal.

Namun, cara berinvestasi Buffett tidak seperti itu. Ia tidak seperti orang biasa yang mudah terpengaruh oleh berita yang tengah menjadi perbincangan hangat. Buffett bisa seperti itu karena teguh pada pendiriannya, yakni tujuan awal untuk berinvestasi.  Jika dirasa tidak berkaitkan dengan target berinvestasi, Buffett tidak menghiraukan headline sebesar apa pun itu.

Meski begitu, bukan berarti Buffett tidak mau peduli. Ia hanya mampu fokus karena telah mengantisipasi segala kemungkinan sejak jauh hari.

Investasi Orang Biasa dan Miliarder

Memahami Cara Mengukur Kinerja

Siapa pun yang berinvestasi pasti ingin mendapatkan imbal balik yang baik. Maka, penting sekali untuk tahu cara mengukur kinerja sebuah investasi. Hal inilah yang sering diabaikan oleh orang biasa. Mereka tidak memahami cara menilai perkembangan investasinya.

Buffett berbeda. Setidaknya ia mengetahui cara-cara dasar mengukur kinerja investasinya. Misalnya mengerti cara membaca laporan keuangan dengan baik agar tidak mudah silau oleh “angka-angka fantastis” yang ditampilkan.

Buffett menjadikannya sebagai cara berinvestasi yang utama. Usnews menyebutkan ia memiliki standar, yakni punya sistem yang dapat mengetahui pertumbuhan nilai investasinya. Mereka menyatakan Buffett menargetkan minimal return yang diharapkannya adalah 20 persen per tahun.

Mau Mengamati dan Menunggu

Dalam berinvestasi, orang biasa sering bertindak impulsif. Mereka melakukan investasi tanpa melihat situasi dan kondisi terlebih dulu. Ini membuat risiko untuk mengalami kegagalan sangat besar.

Langkah seperti itu tidak akan pernah diambil Buffett. Cara berinvestasinya seperti predator yang sabar menanti mangsa. Ia mau mengamati dan menunggu hingga akhirnya membuat putusan.

Mengamati bukan sekadar melihat. Buffett melakukan analisis dengan mendalam agar paham sebuah bidang. Lalu, ia dengan sabar menunggu kehadiran momen berinvestasi yang tepat.

Berpikir Panjang

Bayangan mendapatkan profit dari sebuah investasi begitu menggoda. Orang  sering tidak sabar untuk menantinya. Akibatnya, keputusan berinvestasi sering terpengaruh oleh hal tersebut.

Buffett tidak sama seperti orang kebanyakan. Ia selalu berpikir panjang kala menentukan investasi. Maksudnya adalah ia tidak pernah mengharapkan keuntungan dalam waktu cepat. Minimal investasi yang dilakukannya dalam jangka waktu lima tahun.

Kesabarannya sering berbuah manis. Buffett kerap meraih profit maksimal karena tidak mudah panik atau tergoda untuk mendapatkan untung secepat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s