Melihat pengguna email yang sangat banyak, brand berlomba-lomba menjalankan email marketing. Akibatnya persaingan sangat keras. Sulit sekali mendapatkan perhatian dari konsumen. Oleh karena itu, cara membuat email marketing yang menarik wajib dikuasai oleh marketer.

Hal ini bukan tanpa alasan. Banyak sekali email dari brand yang diabaikan. Jangankan dibuka, tak terhitung yang langsung dihapus. Kondisi seperti itu bisa terjadi karena email tidak relevan bagi konsumen.

Tentu tidak ada brand yang mau mengalami nasib seperti itu. Maka, cara menulis email marketing supaya menarik perhatian konsumen wajib dikuasai. Bisa mempraktikkannya bakal membuat email yang dikirim tidak akan sia-sia belaka.

Berikut ini beberapa cara menulis email marketing yang baik

 Cara Menulis Email Marketing 1

CARA MEMBUAT SUBJECTS LINE

Membuat email yang menarik dimulai dari pembuatan subjects line. Area ini merupakan daya tarik pertama yang bisa diberikan ke konsumen. Jika dirasa tidak menarik, maka email bakal dibiarkan begitu.

Sebegitu penting, pembuatan subjects line yang benar wajib diketahui jika ingin menguasai cara membuat email marketing yang menarik.

Gunakan Kalimat Ajakan Melakukan Tindakan

Untuk membuat subject line yang menarik, brand mesti memosisikan diri dalam sudut pandang pelanggan. Maka, carilah alasan supaya email bakal dibuka. Misalnya dengan memberikan value yang menggoda pelanggan.

Hal itu hendaknya dipadu dengan kalimat yang mengajak konsumen untuk melakukan tindakan. Biasanya itu bisa dilakukan dengan menggunakan sejumlah kata kerja. Ambil contoh sederhana misalnya “Dapatkan potongan harga 50%”.

Buat Agar Terasa Lebih Personal

Cara membuat email yang menarik tidak lepas dari kemampuan menyentuh sisi personal pelanggan. Subject line yang bagus juga seperti itu. Harus ada personalisasi yang membuat penerima email memiliki hasrat untuk membukanya.

Penambahan nama konsumen dalam subjets line bisa menjadi salah satu cara. Namun, karena banyak yang juga memakainya, akhirnya trik ini dirasa tidak menarik lagi. Untuk menyiasatinya, brand mesti membuat segmen dalam konsumennya.

Pelanggan dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan database yang dimiliki brand. Sesudahnya, brand membuat email yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan value yang ditawarkan ke masing-masing segmen.  Tentu saja hal itu tercermin di dalam subjects line yang dibuat.

Jangan remehkan hasil personalisasi email seperti itu. Hasil riset Direct Marketing Assocation pada 2015 menunjukkan bahwa segmented email dan targeted email menghasilkan 58% revenue dari para marketer yang disurvei.

Buatlah Kalimatnya Dengan Jelas

Dalam subjects line, kejelasan kalimat sangat penting. Bahkan ini menjadi yang utama. Buatlah kalimat dengan jelas supaya penerima email segera paham hal yang ditawarkan di dalam email.

Jika bisa, cari kalimat yang mudah menarik perhatian. Namun, hal ini bukan menjadi prioritas. Lebih penting tetap kejelasan kalimat.

Sesuaikan Dengan Isi Email

Email marketing yang baik tidak sekadar judul yang menarik perhatian. Pastikan subjects line yang dibuat benar-benar selaras dengan isi email. Jika tidak sama, penerima email bisa jadi kecewa. Kalau itu terjadi, akibatnya bisa fatal. Email yang dikirim tidak lagi dipercaya sehingga tidak akan diperhatikan lagi.

Cara Menulis Email Marketing

CARA MENULIS ISI EMAIL

Sesudah menguasai teknik membuat subjects line yang baik, kini saatnya mengetahui penulisan isi email. Ini penting karena merupakan komponen inti sebuah email. Di dalam isi email inilah brand hendak menjelaskan maksud dan tujuan pengiriman email.

Pertahankan Relevansi Isi Untuk Konsumen

Cara menulis email marketing yang baik tidak semata terkait dengan tata bahasa yang bagus atau terstruktur. Lebih penting justru relevansi isi dengan konsumen. Hal ini dimaksudkan adalah kesesuaian email dengan kebutuhan pelanggan.

Ambil contoh mengirimi email kepada konsumen untuk mengingatkan masa pakai produk yang dipakainya bakal habis. Jika dikirim kepada orang yang tepat, email itu bakal dirasa sangat berguna. Terlebih lagi jika ditambahkan dengan cara mendapatkan produk baru yang dekat dengan lokasi penerima email.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelanggan sangat penting. Begitu pula segmentasi. Marketer bisa mengirim email secara spesifik terhadap konsumen yang memiliki kebutuhan berbeda-beda supaya isinya relevan.

Posisikan Sebagai Orang Kedua

Menulis email dalam posisi sebagai orang kedua dimaksudkan menjadikan pelanggan sebagai fokus. Ciri khasnya berupa penggunaan kata seperti kamu atau Anda.  Contohnya, “Sebagai pelanggan setia, Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan yang bisa Anda manfaatkan.”

Ini penting dilakukan untuk membuat pelanggan merasa bahwa email ini benar-benar dibuat untuk mereka. Konsumen juga tidak akan merasa hanya ditawari produk atau jasa dari sebuah brand.

Paparkan Benefit yang Didapat

Ini adalah salah satu faktor pernting dalam menulis email marketing. Marketer harus bisa memaparkan keuntungan yang diperoleh oleh pelanggan jika melakukan tindakan tertentu seperti yang ditawarkan.

Lebih baik, penjelasannya jelas. Jika mungkin digambarkan dengan visual agar lebih mudah dipahami akan bertambah baik. Jangan sampai terjebak hanya memaparkan ragam hal yang bisa dilakukan oleh sebuah brand.

Jelaskan Langsung ke Tujuan

Banyak marketer yang tergoda untuk menuliskan banyak hal ke dalam email. Sebaiknya hal itu dihindari karena belum tentu email dibaca secara detail.

Buatlah narasi yang langsung memaparkan maksud email dengan singkat. Tidak perlu bertele-tele. Jika ingin lebih detail, markter bisa membuat tautan ke website yang memaparkan pemaparan produk atau layanan dengan lebih rinci.

Buat Isinya Menyenangkan

Meskipun isi email tidak bertele-tele dan langsung ke tujuan untuk menyampaikan informasi tertentu, membuatnya menarik tetap penting. Marketer bisa memanfaatkan tata bahasa yang lebih personal dan humanis. Sesuaikan dengan karakteristik brand Anda.

Akhiri Dengan Call to Action

Di dalam email marketing harus ada call to action. Penerima email dibujuk untuk melakukan sebuah tindakan. Tanpa itu, email bisa jadi tidak akan berguna.

Untuk itu, call to action harus dirancang supaya mudah ditemukan. Selain itu, memanfaatkan kalimat persuasif juga bisa dipilih sebagai salah satu cara. Bukan hanya itu, memanfaatkan HTML email agar menarik juga bisa dicoba.

 

Inilah sejumlah cara menulis email marketing yang menarik. Mau menjalankannya bakal membuat tingkat email yang dibuka dan dibaca bisa meningkat. Siapa yang tidak mau seperti itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s