Manfaat Inbound dan Outbond 1-Pixabay

Inbound marketing hadir beberapa tahun terakhir. Namun, keberadaan pemasaran inbound bukan untuk menggantikan outbond marketing. Sebaliknya, metode ini untuk melengkapi sistem pemasaran tradisional yang sudah lebih dulu ada.

Wujud nyata dari kolaborasi inbound dan outbond marketing adalah integrasi. Hal inilah yang seharusnya dijalan oleh marketer. Justru salah jika hanya mempriotaskan atau malah bahkan tidak mengadopsi salah satu teknik marketing tersebut.

Mengapa harus seperti itu? Selain hasil yang dicapai bakal lebih optimal, kolaborasi inbound dan outbond marketing ternyata memiliki beberapa manfaat vital. Semua hadir karena pemasaran inbound melengkapi pemasaran outbond dan begitu sebaliknya. Berikut ini beberapa manfaat dan arti penting yang dapat diperoleh ketika integrasi pemasaran inbound dan outbond berjalan baik.

 

MENGHADIRKAN RELASI PERSONAL DALAM SKALA LUAS

Dalam kegiatannya, outbond marketing kerap memanfaatkan media massa. Pemasangan iklan di televisi, koran, atau radio sering dilakukan. Begitu pula halnya dengan memasang reklame di area publik yang strategis.

Berkat langkah tersebut, kegiatan pemasaran outbond memiliki kemampuan menjangkau orang dalam skala luas. Namun, tidak ada relasi yang tercipta antara brand dan konsumen karena hubungan yang diciptakan hanya satu arah. Brand menyampaikan pesan dan orang menerimanya.

Situasi seperti ini tidak ideal dalam pemasaran. Untuk menggiring calon konsumen ke dalam sales funnel, butuh relasi personal. Dalam hal ini, inbound marketing dibutuhkan. Pemasaran inbound dapat menghadirkan hubungan dua arah sehingga tercipta komunikasi antara brand dan konsumennya.

Brand malah bisa membangun relasi yang lebih personal dengan konsumen. Contoh termudah dengan memanfaatkan media sosial. Brand bisa berinteraksi dengan konsumen untuk mendengarkan pendapat mereka tentang produk atau layanan yang ditawarkan. Relasi akhirnya tercipta.

Inilah salah satu manfaat yang dapat dipetik ketika inbound dan outbond marketing berkolaborasi. Setiap metode melengkapi kekurangan dari sistem yang lain.

Manfaat Inbound dan Outbond 2-Pixabay

MEMPERLUAS JANGKAUAN

Metode pemasaran inbound memang bagus dalam menjalin relasi dengan konsumen. Selain itu, teknik ini bisa mengincar target pemasaran dengan spesifik. Namun, ada keterbatasan dalam inbound marketing. Jangkauan yang diraih bisa terbatas jika tidak mendapatkan dukungan dari outbond marketing.

Ambil contoh dalam praktik content marketing. Brand memproduksi content dan mendistribusikannya melalui saluran yang dimiliki sendiri seperti website dan media sosial. Jangkauannya jelas terbatas. Hanya orang yang tahu saluran-saluran tersebut yang mengonsumsi content.

Padahal, content  yang ditawarkan bermutu dan pantas mendapat perhatian lebih besar. Dalam hal ini, outbond marketing dibutuhkan. Brand dapat mengiklankan content yang dimiliki di televisi atau media cetak.

Jika itu dilakukan, jangkauan yang diraih bisa lebih luas. Content dikonsumsi oleh banyak pihak dan brand mendapatkan buahnya.

 

MENGUBAH INTERAKSI PASIF MENJADI AKTIF

Brand sering memasang iklan di televisi atau media cetak. Cara marketing seperti ini sudah lazim dilakukan. Jangkauan yang diraih memang luas. Namun, relasi yang muncul antara brand dan konsumen minim. Konsumen hanya pasif menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh brand.

Namun, jika mau menggabungkan iklan tersebut dengan metode pemasaran inbound, hasil yang diraih bisa berbeda. Relasi dapat diubah menjadi aktif. Brand menyampaikan pesan dan konsumen tidak hanya diam. Mereka bisa bereaksi dan malah berpartisipasi dalam kegiatan yang dijalankan.

Contoh bentuk integrasi sederhana ialah penambahan call to action dalam materi iklan untuk menghadiri website atau berinteraksi dengan media sosial milik brand. Langkah ini sudah pernah dilakukan oleh Coca Cola pada 2015 dan berhasil.

Coca Cola menggelar kampanye Share a Coke. Konsumen diajak untuk menemukan nama mereka atau temannya dalam botol-botol Coca Cola. Untuk memperkenalkannya, Coca Cola memasang iklan. Namun, mereka menggabungkannya dengan metode inbound marketing lewat kegiatan di media sosial. Konsumen diajak membagikannya di media sosial dengan memanfaatkan hashtag. Hasilnya? Selain konsumen tidak lagi pasif, Coca Cola mendapat perhatian besar di Twitter.

Manfaat Inbound dan Outbond 3-Pixabay

SALURAN PEMASARAN BERTAMBAH

Manfaat paling sederhana dari kolaborasi inbound dan outbond marketing adalah penambahan jumlah saluran kegiatan pemasaran. Pemasaran outbond sudah memiliki channel sendiri. Sebaliknya saluran dalam pemasaran inbound juga berbeda. Jika berkolaborasi tentu saja jumlah saluran yang dimanfaatkan dalam sebuah kegiatan marketing akan bertambah.

Manfaat yang diperoleh bukan saja jumlah pihak yang dijangkau lebih banyak seiring dengan penambahan saluran yang dipakai. Namun, brand bisa meningkatkannya menjadi “pengalaman esktra” bagi konsumen.

Contoh yang bisa diambil ketika brand melakukan kegiatan pemasaran tradisional dalam sebuah perhelatan seperti memasang billboard di pertandingan olahraga. Kolaborasi dengan kegiatan inbound marketing dapat dilakukan, misalnya dengan mengajak penonton membagikan suasana pertandingan lewat media sosial atau mendorong untuk melakukan pembelian. Penonton yang hadir dalam kegiatan mendapatkan diskon khusus jika membeli produk secara online.

 

Inilah sejumlah manfaat yang bisa dirasakan ketika inbound dan outbond marketing dilakukan bersama-sama. Semua menunjukkan arti penting kolaborasi pemasaran inbound dan pemasaran outbond tidak bisa dianggap remeh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s