Lahan Gambut 7

Perubahan iklim di bumi kini sudah menjadi ancaman nyata. Dampak negatifnya telah mulai dirasakan. Oleh sebab itu, semua pihak dituntut untuk berkontribusi menjaga keseimbangan iklim. Hal itulah yang mendasari APRIL Group berinisiatif menghadirkan Restorasi Ekosistem Riau serta mendukungnya secara penuh.

APRIL rela melakukannya karena menjadikan keseimbangan iklim sebagai perhatian. Mereka rupanya tidak mau hanya mencari profit belaka. Tahu persis betapa besar arti kelangsungan alam maupun manfaatnya bagi manusia, mereka ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Atas dasar itu, sebuah program terobosan dalam konservasi diluncurkan oleh APRIL. Mereka menamainya sebagai Restorasi Ekosistem Riau (RER). Di dalamnya berisi beragam upaya untuk menyelamatkan dan mengembalikan fungsi sejumlah lahan di Semenanjung Kampar yang terletak di Provinsi Riau.

Area Semenanjung Kampar merupakan kawasan yang unik. Ini adalah salah satu kawasan lahan gambut terluas di Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat ekosistem rawa gambut dengan keanekaragaman hayati tropis yang kaya. Semuanya berada di atas lapisan rawa gambut yang tebal.

Namun, sayang sekali, kualitas kawasan hutan di Semenanjung Kampar telah terdegradasi. Hal itu merupakan akibat praktik buruk di sana yang terjadi selama bertahun-tahun seperti penebangan liar, pengeringan, hingga pembakaran.

APRIL sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di sana. Patut disadari, penurunan kualitas lahan gambut akan sangat berpengaruh besar terhadap masa depan manusia secara umum. Mengapa seperti itu?

Hutan gambut punya peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan iklim. Mereka memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dengan baik. Namun, jika tidak dirawat, area gambut bisa menghadirkan petaka. Sebab, kalau kering atau rusak, hutan gambut akan mudah melepaskan karbon ke udara.

Apa akibatnya? Inilah yang dikenal sebagai efek rumah kaca. Karbon yang terlepas ke udara akan meningkatkan suhu permukaan bumi. Ujung-ujungnya adalah ketidakseimbangan iklim seperti tingkat hujan yang tinggi atau kekeringan di atas batas normal.

Kalau hal itu dibiarkan, kualitas hidup manusia akan terancam. Ini yang akhirnya menggerakkan APRIL untuk menggulirkan RER. Mereka ingin berkontribusi dalam menjaga keseimbangan iklim dengan merestorasi hutan gambut di Semenanjung Kampar dalam proyek RER.

Kegiatan dimulai pada Mei 2013 dan diresmikan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia saat itu, Zulkifli Hasan. Lewat program RER, APRIL berkomitmen untuk melakukan pemulihan ekosistem yang komprehensif terhadap area hutan gambut di sana.

Di dalam RER terdapat empat langkah utama. Pertama adalah melindungi lanskap dari degradasi lebih lanjut. Selanjutnya RER mengkaji ekosistem dan lingkungan sosial bagi mereka yang bergantung padanya.

Bersamaan dengan itu, RER juga merestorasi (memulihkan) ekosistem dengan merevitalisasi tanaman asli dan spesies satwa liar. Ketika semua bisa dilakukan, RER akan mengelola area secara jangka panjang untuk mempertahankan keanekaragaman hayati dan kehidupan masyarakat.

Lahan Gambut 2

 

KOMITMEN APRIL DALAM RER

Keseriusan APRIL dalam RER terlihat nyata dari beragam langkah yang diambil. Lihat saja, APRIL mengucurkan dana sebesar 17 juta dollar Amerika Serikat untuk mendukungnya. Bahkan, jumlah itu akan melonjak menjadi 100 juta dollar AS selama sepuluh tahun ke depan.

Terkait ini, APRIL telah mengumumkannya dalam Pertemuan COP 21 di Paris, Prancis, pada Desember 2015. “Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi benar-benar menunjukkan hasil,” ujar Managing Director April Group Indonesia Operations Tony Wenas.

Supaya pelaksanaan berjalan lancar, APRIL menyerahkan ke para profesional. Mereka menjalin kerjasama dengan institusi yang kompeten seperti Fauna & Flora International (FFI), Bidara, dan The Nature Conservancy (TNC) di dalam RER. Ketiga pihak dipilih karena memiliki kapasitas dalam restorasi, mengelola lahan gambut, hingga melakukan kajian ilmiah. Inilah yang membuat mereka diakui kapabel dalam melakukan RER.

Partner yang mumpuni memang sangat penting dalam RER. Pasalnya, RER merupakan program jangka panjang. APRIL telah mendapatkan izin restorasi dari Pemerintah Indonesia selama 60 tahun. Masa-masa itu akan digunakan secara optimal untuk mengembalikan fungsi dan peran hutan gambut di Semenanjung Kampar.

Luas area garapan RER tidak kecil. Total ada lahan seluas 150 ribu hektare yang akan diperbaiki dan dijaga supaya berfungsi normal seperti sedia kala.

Pada awalnya Proyek RER meliputi area seluas 20.265 hektar di Semenanjung Kampar, dengan tambahan 20.000 hektare pada tahun 2015. Area ini diatur melalui sebuah izin restorasi ekosistem yang diberikan oleh pemerintah Indonesia pada bulan November 2012.

Untuk mengelola lahan seluas itu jelas butuh banyak tangan. Tak aneh, dalam RER ada sekitar 22 ribu orang yang aktif melaksanakannya.

APRIL juga tahu persis bahwa proses restorasi dan konservasi hutan tidak akan bisa berjalan baik tanpa partisipasi masyarakat. Atas dasar ini, pengelola RER dengan dukungan APRIL melakukan sosialiasi ke berbagai desa di kawasan Semenanjung Kampar. Di sana mereka memaparkan RER dan keuntungannya kepada masyarakat. Tujuannya supaya mata masyarakat terbuka dan mau mendukung penuh RER.

Selain itu, masyarakat sekitar direkrut sebagai bagian dari tim RER. Misalnya bekerja sebagai Forest Protection Guard, yang bertugas mencegah perambahan hutan dan karhutla, pembalakan liar dan kegiatan perburuan ilegal.

Bersamaan dengan itu, sejumlah program pemberdayaan masyarakat juga dilakukan. RER mendukung upaya peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar area dengan cara mengajari dan mendampingi sistem pertanian modern dan peternakan yang baik.

Salah satu contoh nyata dilakukan oleh Restorasi Ekosistem Riau bersama mitranya Bidara (Bina Sumberdaya Masyarakat) pada November 2016. Mereka memberikan bantuan 50 ekor kambing bagi 40 keluarga di Dusun Sangar Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Selain diternakkan, kambing diharapkan bisa dimanfaatkan petani dalam memproduksi pupuk organik yang berguna dalam pertanian. Kebetulan, harga pupuk di sana sangat mahal akibat lokasi yang terpencil.

“Saya berterima kasih atas bantuan kambing ini. Kami yakin bahwa bantuan 50 ekor kambing ini akan sangat membantu dalam meningkatkan praktek pertanian serta pendapatan kami”, kata Ketua Kelompok Pemuda Desa Pulau Muda, Hasanuddin.

Partisipasi masyarakat diharapkan akan semakin mempermudah pelaksanaan RER. Ke depannya sangat diharapkan kondisi lahan dan hutan gambut di Semenanjung Kampar kembali normal seperti sedia kala. Hal itulah yang diimpikan oleh APRIL yang berkomitmen penuh mendukung RER.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s