Jam Tidur 1-Unsplash

Tidur terkesan sepele. Padahal, kegunaannya sangat luar biasa. Dengan memejamkan mata dan tertidur lelap, tubuh disegarkan ulang. Sel-sel bodi yang rusak diperbaiki serta rasa capek yang dirasakan sirna. Dengan tidur yang baik, kesehatan tubuh akan terjaga.

Tak heran semakin banyak pihak yang sadar untuk menjaga pola dan waktu tidurnya dengan baik. Mereka tidak mau kehilangan atau kekurangan waktu tidur demi mencapatkan masa istirahat yang cukup. Padahal, ritme hidup yang diisi kesibukan tinggi seperti sekarang membuat orang terpaksa sering merelakan jam tidur demi aktivitas lain. Mereka khawatir akan kekurangan jam tidur.

Pengetahuan yang jamak diketahui tentang lama jam tidur yang baik saat ini adalah delapan jam. Selama itulah waktu tidur ideal yang perlu dilakukan agar mendapatkan masa istirahat yang pas. Kurang dari itu, fungsi sejumlah organ tubuh dipercaya bakal terganggu dan kurang maksimal.

Apakah tepat? Kabar gembira bagi Anda yang sibuk sehingga memiliki waktu tidur pendek. Temuan terbaru malah menyatakan delapan jam bukan waktu jam tidur ideal. Justru momen tidur selama tujuh jam saja yang dirasa lebih baik. Anda bisa menghemat waktu tidur selama satu jam.

Sejumlah pihak menyatakan hal tersebut. Salah satunya adalah Wall Street Journal yang merangkum sejumlah hasil studi berbeda untuk menemukan jam tidur ideal.

Wall Street Journal mengutip sebuah hasil riset tentang  dampak kelebihan jam tidur yang dilakukan oleh  Shawn Youngstedt dari College of Nursing and Health Innovation di Arizona State University Phoenix. Ia menyatakan bahwa waktu tujuh jam menjadi lama tidur yang pas.

“Tingkat kematian dan gangguan kesehatan terendah dimiliki orang yang tidur tujuh jam. Tidur delapan jam atau lebih secara konsisten malah terbukti merugikan,” ujar Youngstedt.

Temuan seorang psikiatri dari University of California San Diego, Daniel F. Kripke, juga dikutip oleh Wall Street Journal. Sebelumnya Kripke mengumpulkan data 1,1 juta orang selama enam tahun. Ia menemukan bahwa orang yang tidur antara 6,5 hingga 7,4 jam memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dibanding orang yang terlelap kurang atau lebih dari rentang waktu tersebut.

Satu temuan lain yang diajukan oleh Wall Street Journal adalah riset yang dilakukan oleh Frontiers in Human Neuroscience. Mereka meneliti sejumlah pengakses situs permainan olah otak, Lumosity. Frontiers in Human Neuroscience meneliti laporan jam tidur 160 ribu users yang mau melakukan tes spatial-memory dan tes matching. Selain itu, mereka juga mendata 127 ribu users yang menjalani tes aritmatika dan melaporkan kebiasaan tidurnya.

Hasilnya adalah performa orang yang tidur tujuh jam per hari lebih baik. Performa kognitif orang meningkat seiring jam tidur yang lebih lama dengan puncak adalah tujuh jam. Sesudah itu, performa justru menurun. Lagi-lagi, ini menguatkan keyakinan bahwa tidur tujuh jam sangat pas bagi manusia.

Bukan hanya Wall Street Journal yang memaparkan temuan tentang pengaruh tidur tujuh jam per hari. National Sleep Foundation juga merekomendasikan hal serupa terkait jam tidur yang ideal. Mereka melakukannya sesudah menggelar panel yang diikuti oleh 18 orang pakar kesehatan dari berbagai institusi ternama di Amerika Serikat.  Buahnya adalah temuan bahwa jam tidur delapan jam yang selama ini dipercaya sebagai kondisi ideal tidak sepenuhnya tepat.

National Sleep Foundation menyatakan bahwa lama jam tidur setiap orang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan umur. Lama waktu tidur ideal untuk bayi, remaja, orang dewasa, dan orang tua tidak sama.

“Hukum” lama jam tidur delapan jam sejatinya hanya bisa diterapkan ke orang dewasa. Namun, National Sleep Foundation tidak menyebutkan bahwa kurun waktu tersebut mutlak dilakukan. Untuk orang dewasa dengan rentang umur 26 hingga 64 tahun, jam tidur yang pas adalah antara tujuh hingga sembilan jam.  Selain itu, waktu tidur enam jam atau sepuluh jam masih bisa ditoleransi. Masalah besar baru muncul kalau kurang atau lebih dari lama waktu tidur tersebut.

Jam Tidur 2-Unsplash

KUALITAS TIDUR LEBIH PENTING

Maka, tidur tujuh jam saja sejatinya sudah mencukupi. National Sleep Foundation menunjukkan bahwa orang tidak perlu takut jika tidak bisa tidur delapan jam sehari.Lebih penting adalah kualitas tidurnya.

Penulis ilmiah dari Kanada Jessa Gamble malah menyarankan agar orang berani untuk mengurangi jam tidur delapan jam. Ambil satu jam untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti berjalan-jalan. hal tersebut lebih baik untuk kesehatan tubuh.

Gamble berani menyatakannya sesudah melakukan peneltian tentang kondisi lingkungan yang bersahabat untuk hidup yanglebih panjang. Ia menunjukkan bahwa yang terpenting dalam tidur sejatinya adalah momen yang disebut Rapid Eye Movement Sleep (REMS). Masa itu merupakan momen puncak dalam tidur yang biasanya ditandai dengan bermimpi.

Menurut Gamble, dengan mengurangi waktu jam tidur delapan jam dengan berolahraga ringan bakal membuat proses REMS lebih mudah hadir. “Jika membuang tahap satu dan dua sehingga tinggal ada tahap tiga dan empat, serta  ada fase REM yang muncul, tidur Anda sudah seperti emas,” katanya.

Untuk itu, penting sekali untuk mempersiapkan masa tidur dengan baik. National Sleep Foundation menyarankan agar masa tidur dijalani secara teratur setiap hari. Orang bisa membuat ritual sebelum tidur sendiri-sendiri agar merasa nyaman.

Selain itu, disarankan untuk menghindari minum alkohol atau kafein sebelum tidur. Kebiasan orang modern untuk memainkan gadget juga wajib dihentikan sejenak sebelum tidur. Lalu, aturlah ruangan dan tempat tidur senyaman mungkin sesuai selera agar mendapatkan tidur berkualitas.

Perhatian terharap tidur merupakan upaya orang untuk menjaga kesehatan tubuh. Siapa pun pasti tidak ingin kebugarannya terganggu. Namun, bisa saja masalah kesehatan muncul tanpa dapat dihindari. Oleh karena itu, Anda dituntut untuk mengantisipasinya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s