Bengkel Family Auto 4

Otomotif kerap dipandang sebagai dunia laki-laki. Bau asap knalpot dan oli kendaraan yang kotor dinilai tidak cocok untuk kaum wanita. Namun, ternyata itu tidak sepenuhnya tepat. Anny Alhkusniaty membuktikannya dengan meraih kesuksesan dalam bidang tersebut.

Anny adalah pemilik sekaligus pengelola Bengkel Family Auto yang terletak di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Di bawah kendali Anny, Bengkel Family Auto kian maju. Selain mampu mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan, Bengkel Family Auto tengah bersiap untuk membuka cabang keduanya.

Bagi Anny, awal mula berkecimpung dalam bisnis bengkel merupakan sebuah ketidaksengajaan. Dulu Bengkel Family Auto merupakan usaha pasif bagi Anny dan suaminya.  Pada 2005, suami Anny mulai bekerja sama dengan seorang rekan yang bertindak sebagai pelaku usaha. Sebaliknya suami Anny hanya mendukung dalam segi pendanaan.

Akan tetapi, hasil yang didapat tidak memuaskan. Kondisi ini mendorong Anny dan suaminya untuk mengelolanya sendiri. Dikarenakan suaminya masih memiliki kesibukan lain, Anny yang diminta untuk menjalankan Bengkel Family Auto sendirian.

Anny akhirnya menyanggupi. Pada 2008, ia meninggalkan pekerjaannya di sebuah kantor dan bersiap mengelola Bengkel Family Auto. Putusannya ini begitu berani.  Anny tidak tahu sama sekali dalam bisnis bengkel. Ia pun harus menghadapi tantangan tersendiri karena menjadi wanita yang berani terjun ke dunia otomotif.

Semua tidak mudah. Anny sempat diremehkan oleh  sejumlah karyawannya. Namun, ia tidak mau surut. Segala pekerjaan dijalaninya saja terlebih dulu sembari belajar.

Sadar minim pengalaman, seminggu pertama dilalui Anny dengan pengamatan. Ia melihat saja kegiatan dan pekerjaan di bengkel sehari-hari.

Saat itu, Anny melihat ada satu hal yang dia rasa salah. Di bengkelnya yang sekaligus menjual suku cadang kendaraan, ia menemukan banyak pembeli yang ingin bertindak tidak jujur. Mereka membeli barang dengan meminta kuintansi dengan harga yang lebih tinggi.

Praktik seperti itu sejatinya sudah biasa di sejumlah bengkel. Namun, Anny menentangnya. Seminggu kemudian, ia mengumpulkan karyawannya dan mengajaknya untuk mengubah kebiasaan tersebut.

“Karyawan ada yang mengingatkan saya bahwa langkah itu bisa membuat bengkel sepi. Tapi, saya bilang tidak apa-apa. Biarkan sepi asalkan kita mengajak orang berbuat jujur,” ucap Anny pada Kamis (3/8/2017).

Rupanya inilah dasar semangat berwirausaha Anny. Ia memandang bekerja adalah ibadah. Oleh karena itu, semua harus dilakukan dengan kesungguhan hati, berlandaskan kejujuran, serta semangat untuk membantu orang lain. “Apalagi bengkel, kami diberi kepercayaan untuk merawat mobil orang lain. Hal itu adalah amanah besar,” ujar Anny.

Sesudah itu, Anny memutuskan untuk melakukan rebranding. Logo bengkel dan semua material promosi dibuat ulang. Ia mengaku perlu waktu kira-kira hampirsebulan sebelum semuanya beres.

Hasilnya ternyata sangat memuaskan. Dari disangka bakal ditinggal pelanggan, justru semakin banyak konsumen yang datang ke Bengkel Family Auto. “Sebulan sesudah mewajibkan semua tindakan di bengkel dilakukan dengan jujur, omzet sebulan sesudahnya naik 100 persen,” kata Anny.

 

PELATIHAN KEPADA KARYAWAN

Bengkel Family Auto 3Anny sadar betul bahwa bengkel adalah bisnis jasa. Kejujuran amat penting. Hal itu yang nantinya akan membuat pelanggan percaya. Namun, selain itu, kualitas pelayanan tak kalah vital. Ini yang selalu dibenahi oleh Anny.

Ibu lima orang anak ini tak ragu untuk memberikan beragam pelatihan kepada para karyawannya. Ragamnya bermacam-macam mulai dari kemampuan teknik yang dibutuhkan untuk merawat kendaraan hingga trik pemasaran serta berperilaku dengan pelanggan. Anny tak segan mengundang mentor dari luar kala menjalankan training.

Salah satu pelatihan pada 2008 membuat Anny terkesan karena langsung mengubah semangat kerja karyawan. Saat itu pelatihan baru selesai pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Anny kemudian membuka kesempatan kepada karyawannya untuk libur esok hari. Namun, tidak disangka justru mereka tidak mau meliburkan diri dan memilih masuk kerja. “Pagi hari, semua datang tepat waktu,” kisah Anny.

Anny menilai pelatihan bukan hanya membantu meningkatkan kompetensi, namun juga mendongkrak semangat kerja karyawan. Tak mengherankan, begitu ada tawaran dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk bergabung pada 2009, Anny langsung mengiyakan.

Dengan menjadi mitra binaan YDBA, banyak keuntungan yang diperoleh Bengkel Family Auto. Mereka mendapatkan bimbingan manajemen bengkel profesional. Mereka juga diajari beragam kecakapan mulai dari segi teknik perbengkelan hingga nonteknik seperti marketing atau servis kepada konsumen.

Dari semuanya, Anny menekankan dua hal sebagai manfaat terbesar dari pilihan bergabung dengan YDBA. “Manfaat utama yang pertama adalah peningkatan kompetensi karena beragam pelatihan yang diperoleh membuat kemampuan teknik dan nonteknik meningkat. Sedangkan yang kedua terkait wawasan. Bergabung dengan YDBA mampu membuka pemikiran lebih luas serta tahu sejumlah hal yang sebelumnya tidak dimengerti,” ujar Anny.

Untuk menjaga kinerja Bengkel Family Auto tetap bagus, sebuah kultur kerja dirumuskan. Di sana pekerjaan dilakukan dalam empat hal yang menjadi landasan bekerja, yakni spiritual, kekeluargaan, kerja tim, dan profesionalitas.

Berkat semuanya, sejumlah tantangan berhasil dilewati. Dulu ketika sempat memindahkan lokasi bengkel sekitar tahun 2011, penurunan omzet pernah terjadi. Namun, hal itu malah mendorong Anny dan tim untuk berpikir kreatif mencari pelanggan baru.

Alhasil,  mereka mencari pelanggan baru dari sektor korporasi. Hal itu berjalan dengan baik. Bengkel Family Auto memperoleh Coca Cola sebagai korporat pertama yang menjadi pelanggannya pada tahun yang sama.

Sesudah itu, korporasi menjadi klien penting bagi Bengkel Family Auto. Bahkan, penghasilan terbesar mereka kini berasal dari sektor tersebut.

Anny mensyukuri keberhasilan yang ia raih. Namun, ia tak mau berpuas diri. Setelah melihat sistem kerja di Bengkel Family Auto telah berjalan dengan baik, ia mulai melirik bisnis lain. Darah wirausahawan yang mengalir di darahnya belakangan mendorong Anny untuk menjajaki bisnis travel, jasa pengiriman, serta pengolahan biji plastik.

“Sebenarnya tujuan saya untuk bekerja bukan untuk mencari materi, namun supaya mampu memberi manfaat kepada orang lain,” tandas Anny.

Anny telah membuktikannya secara nyata. Pada 2010, ia membelikan tujuh karyawannya rumah untuk ditinggali. Anny membantu Down Payment dan para karyawan yang mau mengambil rumah tinggal membayar cicilan.

Anny bisa seperti itu karena mampu meraih kesuksesan di bidang otomotif yang notabene identik dengan dunia laki-laki. Ia memperlihatkan bahwa wanita tidak kalah dengan kaum pria asalkan mau bekerja keras.

Iklan

3 tanggapan untuk “Anny Alkhusniaty Mampu Sukses di Dunia Laki-laki

  1. Wah..salut. semoga semakin banyak Bu Anny2 lain nantinya. Saya sangat setuju, kejujuran adalah modala utama yg sngat vital didlm bisnis, ini ga berlaku dlm dunia politik 😂😂
    Just share..
    Saya saat ini domisili di Sulut, udah 2 thun. Ga ada tman, kluarga, dtg sndiri. Modal usaha saya 0 rupiah awalnya, Alhamdulillah sekarang udah ada 2 pengusaha besar disini yg menginvest kan dana mereka tuk sya putarkan. Mulai 1 juta, sampai puluhan juta. Hampir 2 thun sya mlyani mereka sbgai konsumen, skrang sbgai mitra. Tanpa perjanjian kontrak atau diatas hitam putih. Alhamdulillah, smoga sya bisa menjalankan dan memegang amanah ini dengan baik..amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s