Tidar Motor 1

Manusia boleh berencana tapi Tuhan yang akan menentukan. Ini dialami oleh Sudjari. Dari tidak sengaja, Tidar Motor yang didirikannya justru mampu berkembang menjadi bengkel ternama.

Tidar Motor merupakan sebuah bengkel mobil yang berlokasi di Jalan Alternatif Cibubur, Nagrak, Gunung Putri, Bogor. Sebelumnya Sudjari tidak berniat mendirikannya. Di lokasi tempat Tidar Motor sekarang, ia mulanya hendak menjadikannya sebagai rumah sakit.

Kala itu, Sudjari sudah memiliki klinik kesehatan bernama Puri Tidar Medika yang ada di area Ujung Aspal dan Kranggan di Bekasi. Ia mempersiapkan tanah tersebut sebagai rumah sakit jika kliniknya berkembang.

Namun, Sudjari terpaksa memupus niatnya. Gara-garanya, cabang Puri Tidar Medika di Kranggan tidak berkinerja baik sehingga harus ditutup. Hal itu membuat asa untuk membuat rumah sakit Jalan Alternatif Cibubur harus ditangguhkan.

Tanah yang disiapkan untuk rumah sakit akhirnya kosong. Namun, saat itu, Sudjari mendapat saran dari sejumlah koleganya agar tidak membiarkan tanahnya tidak terpakai. Akhirnya ia memutuskan untuk membuka jasa cuci mobil Tidar Motor pada 1998.

Mulanya jasa pencucian mobil Tidar Motor sangat sederhana. Bangunan yang dipakai hanya semipermanen dengan atap dari plastik. Namun, lambat laun banyak pelanggan yang memanfaatkannya.

Setelah itu, Sudjari menambah layanan di Tidar Motor dengan menjual oli kendaraan. Sama seperti cuci mobil, sambutan yang diperolehnya sangat bagus. Ini membuat Tidar Motor terus berkembang menjadi bengkel lengkap yang mampu melayani beragam pekerjaan.

Saat ini, Tidar Motor dapat dibilang sebagai pusat perawatan mobil yang komplet. Di sana ada layanan cuci mobil, salon mobil, ganti oli, tune up mesin, hingga perbaikan cat serta bodi kendaraan.

Kunci keberhasilan Tidar Motor tidak lepas dari prinsip kerja yang dipegang Sudjari. Operasional bengkelnya mengedepankan kejujuran dibanding sekadar mengejar keuntungan belaka.

“Di Tidar Motor, semuanya apa adanya. Biaya yang dipatok memang sesuai dengan yang seharusnya,” ujar Sudjari, Rabu (9/8/2017).

Langkah Sudjari berlawanan dari kebiasaan yang ada di bengkel-bengkel lain. Biasanya mudah ditemui bengkel yang “memaksa” pelanggan untuk mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya. Caranya bermacam-macam mulai dari mengklaim ada suku cadang rusak, tidak mengganti komponen lama dengan yang baru, atau malah menyatakan ada kerusakan lain.

“Tidar Motor tidak seperti itu. Kami tidak mau menjadi bengkel yang ‘nakal’,” kata Sudjari.

Langkahnya sempat membuat Sudjari dicemooh. Pernah suatu ketika ada seorang rekan sesama pemilik bengkel yang datang ke Tidar Motor. Ia melihat ada sejumlah kendaraan mewah yang tengah diservis. Sudjari kemudian diminta oleh rekannya tersebut untuk menaikkan biaya jauh lebih tinggi. Namun, ia menolak dan berkeras menagih biaya sesuai yang semestinya, meski dibilang bodoh oleh rekannya tersebut.

Lambat laun, putusan Sudjari tersebut membuat Tidar Motor semakin berkembang. Ternyata kepercayaan konsumen muncul dari kejujurannya. Bagi sebuah bengkel yang merupakan bisnis jasa, hal itu sangat penting. Jadilah Tidar Motor besar seperti sekarang sehingga mampu mempekerjakan sekitar 70 orang karyawan.

 

PENINGKATAN KUALITAS SDM

Tidar Motor 2Selain kejujuran, Sudjari menilai ada satu faktor penting bagi keberhasilan Tidar Motor. Ia memandang faktor sumber daya alam (SDM) sebagai segi krusial. Hal itu dikarenakan SDM akan bertemu langsung dengan pelanggan sekaligus menentukan hasil pekerjaan di bengkel.

Oleh karena itu, Sudjari tidak pernah lelah untuk memberi pelatihan demi pengembangan para karyawannya. Saat melakukannya, ada dua aspek yang dibenahinya. Pertama adalah kemampuan teknik dalam melakukan pekerjaan. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan sikap karyawan seperti perilaku dan akhlak.

Tidak mengherankan, begitu ada kesempatan bergabung dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra pada 2005, Sudjari segera menyambutnya. Ia sadar YDBA bakal memberinya banyak ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan Tidar Motor. Karyawannya juga bisa menikmati manfaatnya karena kerap mendapat pelatihan dari YDBA.

Sudjari melihat YDBA didukung oleh Astra, sebuah perusahaan bernama besar di Indonesia. Ia yakin bakal banyak ilmu yang bisa didapat baik dari segi teknik dan nonteknik ketika bisa menjadi bengkel binaan YDBA.

Prediksi Sudjari akhirnya terbukti tepat YDBA banyak membuka matanya terkait pengelolaan bengkel yang baik. Ia jadi tahu manajemen bengkel secara profesional maupun beragam teknik pemasaran. Hal itu masih dilengkapi dengan penyegaran terkait dunia otomotif yang begitu dinamis.

Ilmu yang diperoleh dari berbagai hal seperti YDBA memang berarti penting. Tapi Sudjari menilai kiprah pemimpin dalam perusahaan tak kalah vital. Di mata Sudjari, wirausahawan seperti dirinya wajib memiliki keyakinan diri dan energi tinggi.

“Kalau pemimpinnya loyo, bagaimana organisasi bisa berjalan dengan baik?” ucap Sudjari. Sementara itu, keyakinan tinggi diwujudkan secara nyata oleh Sudjari dengan meyakini semua tantangan pasti dapat dihadapi.

Sudjari telah membuktikannya pada masa awal keberadaan Tidar Motor. Sudjari mengaku merasa sering didikte oleh montir yang menjadi karyawannya karena tidak paham mesin. Namun, ia tidak minder. Hal itu malah membuat Sudjari kian semangat untuk mempelajari seluk-beluk perbengkelan. “Saya yakin semua pekerjaan bisa diselesaikan,” katanya.

Sekarang Sudjari tengah mempersiapkan regenerasi. Ia giat bekerja memastikan segala sesuatu di Tidar Motor sudah berjalan baik sehingga dirinya bisa pensiun dengan tenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s