Antisipasi Api. Jpg

Kelestarian alam selalu menjadi perhatian serius bagi PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Unit bisnis APRIL Group ini sampai menggagas kehadiran Fire Fighter. Mereka yang akhirnya berada di garda terdepan dalam penjagaan hutan.

APRIL merupakan anak perusahaan Royal Golden Eagle yang bergerak dalam industri pulp dan kertas. Dengan kapasitas produksi pulp mencapai 2,8 juta ton dan kertas sebanyak 850 ribu per tahun, APRIL merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di Indonesia.

Dalam proses produksi, APRIL memiliki PT RAPP yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Riau, sebagai unit operasional. RAPP Riau pula yang mengelola perkebunan untuk memastikan suplai bahan baku hingga memproduksi pulp dan kertas.

Sebagai pihak yang memanfaatkan sumber daya alam, PT Riau Andalan Pulp & Paper tahu persis manfaat kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, RAPP berusaha keras menjaganya. Salah satu caranya ialah ikut melestarikan hutan dengan mengamankannya dari ancaman kebakaran.

Sesuai namanya, Fire Fighter merupakan pihak yang bertugas untuk melawan kebabakaran hutan. Tugas mereka amat penting bagi kelestarian alam. Namun, dalam pelaksanaan, pekerjaan yang dijalankan tidak mudah. Banyak tantangan yang mesti dihadapi.

Kisah salah seorang Fire Fighter RAPP bernama Boy Sastra bisa menjadi acuan. Ia mengalami suka dan duka menjadi seorang Fire Fighter untuk PT RAPP selama bekerja.

Padahal, Boy Sastra mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menekuni pekerjaan sebagai Fire Fighter. Namun, jalah hidup akhirnya membawanya ke sana.

Boy bergabung dengan tim Fire Fighter PT Riau Andalan Pulp & Paper pada 2010. Kala itu, ia langsung tertarik melihat kenadaraan amfibi atau airboat yang menjadi sarana operasional Fire Fighter.

“Pertama kali melihat airboat, saya langsung tertarik untuk bisa mengendarai airboat tersebut,” ucap Boy.

Akhirnya bersama dengan tujuh orang rekannya, Boy dilatih untuk mengoperasikan airboat. Hal ini penting karena airboat merupakan salah satu kendaraan operasional Fire Fighter.

Perlu diketahui, Fire Fighter bertugas untuk mengamankan hutan dari ancaman kebakaran serta memadamkan api jika sudah telanjur berkobar. Sehari-hari, mereka berkeliling di dalam hutan untuk memantau keadaan.

Untuk menembus medan hutan yang berat, ada beberapa sarana transportasi. Jika tidak memungkinkan dilewati lewat darat dengan mobil, airboat dan speedboat dimanfaatkan. Dua kendaraan itu sangat berguna untuk menembus hutan yang berawa-rawa maupun sungai. Selain itu, tim Fire Fighter juga dilengkapi helikopter.

Memanfaatkan beragam sarana transportasi tersebut, tim Fire Fighter masuk ke dalam hutan untuk meninjau kondisinya. Tugas itu tidak mudah. Dalam perjalanannya, ada banyak tantangan yang mesti dihadapi.

Bertemu binatang liar misalnya. Boy mengaku memiliki banyak pengalaman. Ia pernah bersua dengan ular kobra yang begitu berbisa. Saat itu, ia harus menyelematkan ular tersebut sembari memadamkan api yang berkobar di hutan.

“Waktu itu kami bertemu ular kobra yang tinggi dan besar. Ular itu mengejar kami. Dia sedang kepanasan karena terjebak di sekitar api. Lalu kami menyiramnya. Barulah ia tenang. Kami mengambil kayu dan melempar ular itu ke area yang tak terbakar,” kisah Boy.

Pertemuan dengan satwa buas lain seperti harimau juga pernah dialami oleh Boy. Hal ini merupakan pengalaman mendebarkan. Apalagi situasinya saat itu hutan tengah terbakar.

“Untuk menyelamatkan diri, kami masuk ke area hitam yang terbakar. Harimaunya besar sampai pohon besar yang tersenggol pun ikut goyang,” kisah Boy.

Boy dan timnya akhirnya bisa meloloskan diri dari ancaman si raja hutan. Sesudah itu, mereka bekerja lagi untuk memadamkan api yang berkobar.

Airboat

BERPISAH DENGAN KELUARGA

Tantangan yang dihadapi Fire Fighter RAPP Riau bukan hanya bertemu binatang liar. Ada hal yang tak kalah berat yang mesti dilalui, yakni kesiapan hati untuk berpisah dengan keluarga selama beberapa waktu.

Boy memiliki beberapa kisah menarik terkait keharusan berada di dalam hutan sehingga mesti berpisah dengan keluarga. Salah satunya yang dialaminya pada 2014.

Saat itu, kebakaran hebat terjadi. Kondisi itu memaksa Boy dan tim Fire Fighter RAPP terus-menerus berada di dalam hutan untuk memadamkan api.

“Saya bahkan pernah 6 bulan bertugas tidak pulang-pulang karena pemadaman kebakaran hutan di musim kemarau yang panjang. Tidur beralaskan gambut dan beratapkan langit itu sudah biasa. Untungnya keluarga saya sudah paham dan selalu mendukung pekerjaan saya,” kata Boy.

Pengalaman lain dikisahkan Boy. Ia memaparkan pada 2015 kebakaran terjadi di beberapa area konsensi PT RAPP. Sebagai Fire Fighter, Boy dan timnya bekerja keras memadamkan api.

Dalam situasi seperti itu, Boy malah mengajukan diri untuk bekerja di dua kawasan yang berbahaya. Padahal, saat itu, ia tengah mempersiapkan pernikahannya. Jadilah Boy baru pulang ke rumah dua hari menjelang hari pernikahan.

Sesudah berkeluarga pun Boy masih menjalankan pekerjaan sebagai Fire Fighter RAPP Riau dengan setia. Ia rela berpisah dengan istri dan anaknya demi menjaga hutan.

Pernah ketika sangat rindu kepada keluarganya, Boy memanjat pohon akasia agar bisa mendapatkan sinyal untuk menelepon. Bahkan, Boy sempat harus memantapkan hati bekerja ketika anaknya sakit keras.

“Kalau mau jadi istri pemadam enggak boleh cengeng. Itu prinsip saya dan dia juga ngerti. Karena dengan ini kita bisa hidup,” ucap Boy.

Tantangan yang beragam ini tidak membuat Boy dan rekan-rekannya tidak bersemangat dalam bekerja. Mereka tetap serius menjaga hutan dari ancaman kebakaran.

Boy mengaku memiliki semangat tersendiri ketika bekerja. Ia merasa pekerjaan itu membuat orang tuanya bangga. “Orangtua saya orang kampung. Mereka enggak tahu kerja saya bagaimana. Saya bilang, saya kerja pakai perahu yang dipakai Jackie Chan di film, mereka langsung bangga. Saya difoto. Fotonya dicuci, dibesarkan, dipajang di rumah,” ucap Boy dengan nada bercanda.

Namun, terlepas dari alasna tersebut, Boy sadar bahwa bekerja sebagai Fire Fighter PT Riau Andalan Pulp& Paper merupakan pekerjaan mulia. Ia bertugas mengamankan hutan yang memiliki kegunaan bagi umat manusia. Secara tidak langsung, ini berarti tim Fire Fighter juga membantu banyak pihak.

Boy merupakan satu sekitar 700 Fire Fighter yang dimiliki oleh PT RAPP. Mereka hadir sebagai bagian dari Program Desa Bebas Api yang digagas oleh APRIL.

Tim Fire Fighter memiliki kecapakan dalam pemadaman api dan pencegahan kebakaran. RAPP melatihnya secara profesional agar bisa menularkan kemampuannya kepada pihak lain.

Selain di dalam hutan, Fire Fighter RAPP Riau juga sering berkeliling ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi bahaya kebakaran. Di sana mereka mengedukasi warga tentang bahaya api. Selain itu, tim Fire Fighter menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah dan masyarakat dalam pengamanan hutan.

Pekerjaan ini amat vital bagi kelestarian hutan di Indonesia. Mereka yang berada di baris terdepan dalam upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran. Salut untuk Fire Fighter PT RAPP.

Satu tanggapan untuk “Fire Fighter RAPP Riau Rela Dikejar Binatang Buas Demi Menjaga Hutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s