E-commerce

Industri e-commerce Indonesia terlihat semakin bergairah. Sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.  Hal itu dibuktikan oleh sejumlah pihak yang melakukan kajian tentang perdagangan elektronik di dalam negeri menjelang kehadiran tahun baru 2019.

Hasil yang didapatkan semakin menumbuhkan antusiasme para pelaku bisnisnya. Terdapat beberapa fakta yang menggembirakan. Ini juga sangat penting diketahui oleh semua pihak yang tidak ingin ketinggalan informasi tentang e-commerce Indonesia maupun bisnis secara umum.

Apa sajakah itu? Berikut ini tiga fakta penting e-commerce Indonesia yang perlu diketahui.

Industri E-commerce Indonesia Makin Bersinar

Marketeers memproyeksi prospek industri e-commerce Indonesia sebagai salah satu bagian dalam kajian Industry Outlook 2019. Mereka menyatakan bahwa sektor ini akan terus berkembang pada tahun 2019.

Analisis Marketeers didasarkan pada hasil sejumlah riset dari para pelaku e-commerce sendiri maupun pihak luar. Semuanya menggaungkan nada yang sama, yakni pasar e-commerce Indonesia masih akan terus tumbuh.

Salah satu yang dicontohkan oleh Marketeers adalah hasil riset Global Consumer Insight 2018 yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia. Di sana disebutkan bahwa optimisme pertumbuhan e-commerce dalam negeri didukung oleh rasa percaya dari konsumen.

Sebanyak 73% pelanggan di Indonesia mengaku mau mengeluarkan uang lebih untuk belanja online. Padahal, rata-rata di Asia Tenggara hanya 53% konsumen yang bersedia melakukannya. Temuan tersebut masih ditambah dengan frekuensi belanja konsumen Indonesia, baik secara mingguan atau bulanan, masih lebih tinggi di atas rata-rata konsumen Asia Tenggara.

Tidak heran, pelaku e-commerce merasa optimistis. Salah satunya Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid. Ia memperkirakan bahwa industri e-commerce akan tumbuh di atas angka 50 persen pada tahun 2019. Padahal, menurut Rasyid, selama 2018, sektor ini sudah tumbuh dua kali lipat dibanding tahun 2017.

Keyakinan senada dikeluarkan oleh Senior Marcom & PR Manager Blibli.com, Lani Rahayu. Prospek tahun 2019 diyakininya cerah karena melihat pencapaian pada 2018. Dikatakannya penjualan selama kuartal pertama dan kuartal kedua 2018 di Blibli sangat positif. Kinerja apik tersebut dipengaruhi momen bulan Ramadan dan Piala Dunia 2018.

 

Konsumen Online Gemar Melakukan Riset Sebelum Berbelanja

Konsumen Indonesia ternyata senang melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk. Riset tersebut dilakukan secara online melalui mesin pencari di internet.

Fakta itu terkuak dalam Year in Search: Insights for Brands 2018 yang dirilis oleh Google. Dari hasil analisis Google terlihat bahwa konsumen di Indonesia sangat haus terhadap informasi sebuah produk atau layanan. Mereka pun ingin memperolehnya dengan cepat. Cara yang dilakukan ialah dengan memanfaatkan Search di internet.

Di sana konsumen mulai membandingan berbagai produk dan layanan. Mereka pun mencari informasi lebih detail hingga memburu penawaran terbaik yang diberikan. Singkat kata, konsumen di negeri kita ingin pengalaman berbelanja yang praktis.

Dipaparkan dalam Year in Search: Insights for Brands 2018, 62 persen konsumen memanfaatkan Search terlebih dulu. Pada akhirnya, tindakan tersebut berpengaruh terhadap keputusan berbelanja. Terlihat dari jumlah pembelanjaan Fast Moving Consumer Goods rumah tangga yang terkoneksi internet lebih tinggi 1,5 kali dibanding yang tidak.

Selain itu, terjadi peningkatan kata kunci “review” di dalam You Tube Search hingga 1,4 kali lipat dibanding tahun lalu. Ini merupakan bukti bahwa konsumen ingin tahu lebih dalam tentang suatu produk atau layanan.

Fakta ini membuat Google merekomendasikan agar brand selalu menjadi “kehadirannya” di dunia maya dengan baik. Selain itu, pemasar juga disarankan untuk mengonsolidasikan strategi online kembali, supaya bisa menggiring konsumen ke dalam pengalaman berbelanja yang positif.

 

Pembayaran Digital di E-commerce Semakin Besar

Sistem pembayaran digital di e-commerce diprediksi oleh Marketeers akan semakin meningkat pada 2019. Perkiraan itu dituangkan dalam telaah Industry Outlook 2019.

Dalam proyeksi berbagai jenis bisnis 2019 tersebut, sektor e-commerce juga dipotret oleh Marketeers. Salah satu hasilnya mereka memperkirakan pembayaran digital bakal bertambah besar pada tahun depan.

Marketeers melihat para pelaku e-commerce dalam negeri sudah menyediakan sistem pembayaran yang lengkap mulai dari Cash on Delivery (COD), transfer bank, hingga kartu kredit. Namun, Marketeers yakin bahwa pembayaran digital yang akan berjaya ke depan.

Tanda-tandanya sudah terlihat. Saat ini, layanan kartu kredit digital semakin banyak. Selain itu, para pelaku e-commerce juga sudah memiliki sistem pembayaran digital sendiri-sendiri. Ini dipercaya akan mendukung perkembangan pembayaran nontunai pada 2019.

“Tahun 2018 saja sudah banyak metode pembayaran digital. Tahun depan akan semakin mudah bagi konsumen. Terlebih pemerintah juga mendukung gerakan cashless,” papar Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid.

Pendapat senada dilontarkan oleh Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia, idEA, Ignatius Untung. Ia melihat tren tersebut tidak akan bisa dilawan karena memberi kemudahan terhadap konsumen. Bahkan, Ignatius juga meyakini sistem pembayaran digital bakal berdampak positif bagi perkembangan e-commerce.

“Ketika kita membayar dan tidak memegang uangnya, kita tidak merasakan sakitnya melakukan pembayaran. Otomatis orang jadi mau spending lebih banyak dibanding saat memegang uang fisik,” papar Ignatius.

Ucapan Ignatius didukung oleh riset PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia yang menyatakan 48 persen responden di Indonesia mau berbelanja lebih banyak dengan sistem pembayaran digital. Namun, hal itu dilakukan dengan catatan e-commerce bisa menjamin keamanan transaksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s